Aneh Jembatan Selesai Dibangun Tidak Bisa Digunakan Warga

  • Whatsapp

CIANJUR- CeklisSatu.com – Sebuah Jembatan yang terletak di Kampung Cibitung Muara, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Jawa Barat tidak bisa digunakan oleh warga setempat. Anehhya, jembatan yang menghabiskan anggaranya sebesar Rp.190 juta sudah selesai pembangunannya. Namun tidak ada akses jalan untuk warga menuju jembatan.

Adam Syahidan (28) salah satu warga kampung Cibitung Ngora menuturkan, jembatan Cikored ini menghubungi Kampung Pamoyanan. Namun warga yang melintas justru menggunakan jembatan bambu bersebelahan dengan jembatan. Jika warga ingin melintas ke jembatan harus menaiki tangga kayu.

Bacaan Lainnya

“Ga tau ini jembatan buat apa, karena kalau lewat situ harus naik dulu, belum jembatanya ada di tengah, ujung jalan sama ujung jembatan jauh, apalagi pake motor juga ga bisa, jadi kepaksa pakai jalan yang lama,” ujar Adam, Senin (1810/2021).

Ia menceritakan jika menggunakan jembatan lama banyak warga yang suka terjatuh, karena kondisi jembatan yang hanya menggunakan bambu tidak seimbang dan goyang.

“Jembatan dari bambu kan kecil, kalau pakai motor bisa tapi banyak yang suka jatuh, apalagi kan petani suka bawa hasilnya pakai motor,” ujarnya.

Adam mengatakan, akses tersebut merupakan akses yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat, karena satu-satunya akses terdekat.

“Kami berharap, kepada Pemerintah Daerah khususnya agar segera diperbaiki, buat jembatan itu yang bisa digunakan, mudah-mudahan ada akses jalan untuk bisa melintas menggunakan jembatan itu,” harapnya.

Terpisah Kepala Desa Cibokor, Elian Syahudin mengatakan, jembatan yang dinamakan leuwi dahu, sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga, karena tidak ada akses untuk ke jembatan sendiri dan sumber anggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang hanya diperuntukan untuk pembangunan jembatan.

“Kurang lebih tiga minggu kebelakang pembangunan jembatan sudah selesai, jadi kalau tidak salah anggaranya dari Dana Alokasi Umum (DAU), karena alokasi dana hanya untuk jembatan saja, dan tidka bisa membangun jalan cukup luas, anggaran hanya cukup sebelas meter untuk bentangan jalan jembatan, makanya terjadi jembatan seperti ini, tidak ada pengubung antara satu dengan yang lain, sehingga terjadi jembatan ditengah-tengah,” ujar Kepala Desa.

Ia menuturkan, jika Pihak Desa hanya sebagai penerima manfaat dari pengerjaan jembatan tersebut, untuk pembangunan dilaksanakan pengerjaan oleh Pihak Ke tiga yang sudah ditunjuk oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur.

“Kami pemerintah desa hanya menandatangani hibahnya bahwa ini murni, kami sebagai Pemerintah Desa Cibokor hanya sebagai penerima manfaat dari jembatan ini,” kata Elian.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *