Alun-alun Mini Buatan Warga Mulyasari Tak Kalah dengan Alun-alun Kota Bogor, Wakil Walikota Kagum

Wakil Walikota Bogor saat meninjau Alun Alun Mulyasari, Kelurahan Harjasari, Bogor Selatan.

BOGOR, CEKLISSATU – Keberadaan Alun-alun Kota Bogor ternyata menjadi motivasi bagi warga yang ada di perbatasan. Ya, dengan adanya Alun-alun Kota Bogor membuat warga Mulyasari, RW10, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, membangun sebuah taman berkonsep seperti Alun-alun Kota Bogor.

Hanya saja, alun-alun yang dibangun warga Mulyasari ukurannya lebih kecil. Meski begitu, inovasi yang dibangun warga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan juga Camat Bogor Selatan Hidayatulloh.

Bacaan Lainnya

Dedie menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan warga Mulyasari melalui tim delapan yang dibentuk oleh pengurus RW ini patut diapresiasi dan juga patut di contoh oleh warga lain. Apalagi, sambung Dedie, taman atau alun-alun Mulyasari ini dibangun secara swadaya masyarakat, sehingga tanpa menggunakan APBD.

“Saya mengapresiasi kepada tim delapan dari RW 10 Kelurahan Harjasari ini yang sudah mewujudkan ruang terbuka hijau secara mandiri, jadi dengan inisiatif warga bekerja sama dengan sektor swasta yang ada di sekitar lingkungan RW 10,” kata Dedie kepada wartawan.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas taman itu maka sekarang warga bisa menikmati sebuah tempat yang representatif untuk dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul, berkomunikasi, menjalin silaturahmi. “InsyaAllah kedepan akan terjadi sebuah nilai-nilai positif lain dari hasil kerja keras ini, terutama dari pak RW nih mudah-mudahan itu bisa segera terwujud,” ucap Dedie.

Senada, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh pun mengapresiasi atas inisiasi yang digagas pak RW 10. “Ini adalah satu hal yang positif yang perlu menjadi satu remodel untuk wilayah lain. Kemudian sesuai apa yang disampaikan pak wakil tadi bahwa ini adalah bentuk kerja sama, kekompakan yang baik yang sudah dibangun oleh warga. Harus terus dipertahankan,” kata Hidayatulloh.

Lanjut Camat, dengan adanya taman ini warga sekarang tidak lagi menjadi penonton di kampungnya sendiri, tetapi harus jadi pelaku positif yang bermanfaat bagi yang lainnya.

“Ini sudah terbukti, tinggal konsepnya dipercantik lagi yang pada akhirnya ke depan menjadi sumber kebangkitan ekonomi di sini,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Lurah Harjasari Arief Hidayat mengaku bangga memiliki warga yang kreatif, inovatif dan mandiri kaitan alun-alun ini. “Kami sebagai pemerintah kelurahan secara khusus akan coba membantu menggandeng CSR-CSR yang ada untuk menumbuhkankembangkan mimpi warga, agar taman atau alun alun ini bisa lebih cantik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW10 Tb Sopian Hadi mengatakan, dibangunnya alun-alun Mulyasari ini berawal dari mimpi warga yang menginginkan alun-alun atau taman di wilayah RW10.

“Dari mimpi itu lah kita sama-sama membangun alun-alun ini secara swadaya. Ini bentuk kerja keras dan kerja sama dari semua pihak, baik yang punya lahan maupun warga yang ada di sini,” ungkapnya.

Kata Sopian, progres alun-alun Mulyasari baru 20 persen, sehingga masih banyak yang perlu dipercantik lagi. Untuk itu, pihaknya memohon dukungan dari pemerintah. “Kita akan berusaha sebaik mungkin dan kita juga akan mencoba mencari CSR,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *