Ada 3 Skenario, Peneliti UI Prediksi Covid-19 Mereda Paling Lama September

Ilustrasi Sample Darah Terinfeksi Virus Corona (dok/Gettyimage)

DEPOK, Ceklissatu.com – Dengan menggunakan tiga skenario, sejumlah ilmuan matematika yang tergabung dalam ikatan alumni departemen matematika Universitas Indonesia (ILUNI) memprediksi kasus Covid-19 dapat selesai paling lama hingga September 2020.

Sejumlah ilmuan tersebut terdiri dari Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M. Rustijono.

Bacaan Lainnya

Keempat orang tersebut menggunakan model bernama Susceptible, Infected, Reported, dan Unreported (SIRU) yang merujuk pada sebuah penelitian mengenai kasus COVID-19 di Tiongkok.

Barry menjelaskan bila per 1 April 2020 tidak ada kebijakan tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, maka puncak pandemi bakal terjadi pada 4 Juni dengan 11.318 kasus positif baru dan akumulasi kasus positif mencapai ratusan ribu kasus.

Kemudian akhir pandemi akan berlangsung antara akhir Agustus dan awal September.

“Karenanya, semakin cepat interaksi antarmanusia (pshycal distancing) dikurangi, maka semakin baik untuk menekan banyak pasien positif baru per hari,” ucap Barry di akun instagramnya pada Rabu (1/4).

Barry menyampaikan Pada skenario kedua, bila per 1 April 2020 sudah ada kebijakan tetapi kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, serta masyarakat tidak disiplin menerapkan physical distancing, maka puncak pandemi akan terjadi pada 2 Mei.

Namun pada  bulan tersebut sejumlah kasus akan ditemukan seperti 1.490 kasus positif baru dan akumulasi kasus positif mencapai 60.000 kasus. Kemudian, akhir pandemi akan berlangsung antara akhir Juni dan awal Juli.

Terakhir, Barry mengatakan pada skenario ketiga dalam penelitianannya menunjukkan bila per 1 April sudah ada kebijakan tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, serta masyarakat disiplin menjalankan physical distancing, maka puncak pandemi akan terjadi pada 16 April.

Adapun kasusnya mencapai 546 kasus positif baru dan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Kemudian akhir pandemi akan berlangsung antara akhir Mei dan awal Juni.

Menurutnya semua skenario yang ada bersifat dinamis dan bergantung pada pemerintah dan masyarakat.

“Kebijakan pemerintah dan kedisplinan masyarakat akan sangat menentukan skenario mana yang akan terjadi. Kita semua tentu berharap skenario terbaik yang terjadi, bahkan jika mungkin lebih baik lagi,” kata Barry.

Lebih jauh Barry menambahkan berdasarkan metode yang digunakan,  susceptible berarti situasi seseorang yang mungkin saja tertular dan ini bisa berlaku bagi siapa pun. Lalu, infected berarti seseorang sudah terinfeksi, namun belum menunjukkan gejala.

Sedangkan reported berarti seseorang terinfeksi, yang m enunjukkan gejala, dan sudah terlapor. Sementara unreported berarti seseorang terinfeksi, tapi tidak melapor karena gejalanya ringan atau alasan lainnya.

Melalui model SIRU kemudian dilakukan penghitungan yang memakai data kasus kumulatif dari tanggal 2 Maret sampai 29 Maret versi kawalcovid19.id. Dan hasilnya terlihat banyaknya orang yang terinfeksi (tapi belum melapor) berkali-kali lipat dari banyaknya orang yang terkonfirmasi positif.

“Berdasarkan estimasi ini pandemi COVID-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada 16 April dengan 546 kasus positif baru. Tren ini lalu akan mereda pada akhir Mei hingga awal Juni,” tuturnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *