26 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kota Bogor, 8 Diantaranya Pelecehan Seksual

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Terhitung sejak Januari hingga Agustus 2021 Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mencatat ada sebanyak 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Ketua KPAID Kota Bogor Dudih Syiarudin menuturkan, kasus tindak kekerasan terhadap anak di Kota Bogor cenderung berpotensi alami peningkatan. Oleh sebab itu pihaknya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk lebih serius, mengingat Kota Bogor selama ini menggalakkan Kota Ramah Anak.

Bacaan Lainnya

“Sampai Agustus 2021 kemarin, total kami menangani setidaknya ada 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak pada periode Januari hingga Agustus kemarin,” kata Dudih, Selasa (14/9/2021).

Menurut Dudih, kekerasan itu dipicu lantaran situasi pendemi Covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat banyak di rumah. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap anak. Bahkan, banyak orang tua yang mengaku kelelahan menghadapi anak selama masa pandemi Covid-19.

“Ya seperti kita tahu, di massa pandemi ini membuat aktivitas lebih banyak di rumah masing-masing, yang akhirnya berdampak pada beberapa kekerasan verbal. Karna mungkin ya orang tua capek, ngurus kerjaan, ngurus anak, ngurus tugasnya anak. Karena peran orang tua ganda menjadi guru dan orang tua kekerasan terhadap anak sangat mungkin terjadi di masa pandemi ini,” pungkasnya.

Dari 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak, 8 kasus di antaranya merupakan pelecehan seksual atau sekitar 30 persen.Sisanya bervariatif, seperti tindak kekerasan terhadap anak baik verbal maupun nonverbal. Data kekerasan terhadap anak tersebut berdasarkan pengaduan kasus yang ditangani oleh KPAI Kota Bogor.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *