15 Tahun Berpolemik, Pemkot Bogor Hibahkan Lahan Untuk Pembangunan GKI

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan lahan hibah 1.668 m2 untuk dibangun gereja. Kini persoalan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor menemui titik terang setelah 15 tahun berpolemik.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menuntaskan janjinya untuk menyelesaikan persoalan pembangunan GKI Yasmin, Kota Bogor. Bima menyebut, pihaknya telah melakukan 30 pertemuan resmi dan 100 pertemuan informal untuk mencari solusi terkait masalah GKI Yasmin. Ia ingin memastikan hak beribadah bagi seluruh warga Kota Bogor dapat terpenuhi tanpa terkecuali.

Bacaan Lainnya

Hal ini merupakan upaya mengakhiri persoalan pembangunan GKI Yasmin yang telah berlangsung hampir 15 tahun. Proses pun berlanjut, Pemkot Bogor memberikan hibah lahan seluas 1.668 m2 di Jalan Abdullah bin Nuh Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor

“Hari ini adalah bukti bahwa negara hadir menjamin hak yang harus didapatkran saudara-saudara kita jamaat GKI. Hari ini adalah realisasi dari komitmen dan janji Pemkot untuk menuntaskan persoalan kebutuhan rumah ibadah,” kata Bima, dalam sambutannya saat penandatanganan serah terima hibah lahan untuk pembangunan GKI di Bogor, Senin (14/6/2021).

Bima mengaku, Pemkot Bogor bersama dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan komunikasi secara intens dengan pihak GKI Yasmin. Komunikasi dilakukan dengan tim tujuh yang telah secara resmi ditunjuk mewakili pihak GKI.

“Hasil ini juga adalah hasil kerjasama dari semua pihak, baik yang mendukung maupun tidak mendukung. Sejak 15 tahun yang lalu. Proses hibah yang hari ini dijalankan tidak mungkin terjadi tanpa dukungan warga Cilendek barat. Tanpa dukungan dan kerja keras dengan unsur Forkopimda,” ungkapnya.

Polemik pembangunan GKI Yasmin terjadi sejak era Wali Kota Diani Budiarto. Saat itu, Pemkot Bogor membekukan IMB pendirian GKI di dekat perumahan Yasmin pada tahun 2008.

“Setelah surat penyerahan hibah ini ditandatangani, maka lahan tersebut resmi menjadi milik GKI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkot Bogor saat ini menunggu pihak GKI untuk melengkapi berkas pengajuan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Dan Pemkot Bogor akan langsung menerbitkan IMB setelah pihak GKI melengkapi berkas,” pungkasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *