108 Bangunan Liar di Jalan Raya Cilebut Diratakan Pemkot Bogor

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat meninjau lokasi penataan kawasan Jalan Raya Cilebut, Bogor, Jum'at (3/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Menerima banyaknya aduan dari warga sekitar yang mengeluhkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Cilebut. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersama instansi terkait terjun langsung untuk melakukan peninjauan terkait penataan kawasan Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jum’at (3/9/2021).

Diketahui, penataan kawasan Jalan Raya Cilebut tersebut menyasar kepada 108 bangunan liar, yang berada di sepanjang jalan mulai dari Jalan Sholeh Iskandar hingga perbatasan wilayah Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami bersama Ibu Kadis dan Pak Camat meninjau langsung penataan kawasan Jalan Raya Cilebut. Karena sudah lebih dari 2 bulan banyak bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik Pemkot Bogor,” kata Dedie, Jum’at (3/9/2021).

Dedie menyampaikan, penataan kawasan tersebut lantaran banyaknya keluhan warga yang menyebutkan bangunan liar yang dipakai untuk usaha hingga menimbulkan kemacetan.

“Sudah jalannya kecil, banyak bangunan liar jadi sering macet di sini. Makannya kami coba untuk tata,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Camat Tanah Sareal Kota Bogor, Sahib Khan mengatakan, pada operasi penataan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan meratakan setidaknya 108 bangunan liar.

108 bangunan liar tersebut, yakni mulai dari bangunan semi permanen dan non permanen. Selain itu, beberapa di antara bangunan liar tersebut berada di atas bantaran Sungai Cipakancilan atau Cisadane Empang.

Ratusan bangunan liar tersebut menyalahi aturan dan ketentuan. Oleh sebab itu, 108 bangunan liar itu terpaksa diratakan karena menggangu ketertiban umum dan menimbulkan kemacetan.

Untuk mengantisipasi kedatangan kembali para pedagang, pihaknya akan menerapkan patroli rutin di wilayah tersebut serta bekerjasama dengan pemerintah wilayah lainnya. Mulai dari RT hingga kelurahan.

“Setelah diratakan, kami akan instruksikan pemerintah wilayah untuk melakukan patroli rutin setiap hari. Hal ini bertujuan agar tidak ada pedagang yang kembali berjualan di sepanjang Jalan Raya Cilebut,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *