Ratusan Anak Hamil Hingga Melahirkan Akibat Diperkosa

Ilustrasi Pemerkosaan Foto: Istimewa

JAKARTA, CEKLISSATU – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan per 6 Januari 2022 sebanyak 780 akibat kekerasan seksual. Dari jumlah tersebut, 568 orang sudah melahirkan dan 212 belum melahirkan.

Sementara berdasarkan data Kemensos per 31 Januari 2022, total kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 1.253. Dari jumlah ini, korban tertinggi pada kategori anak korban kejahatan seksual sebanyak 338 anak, anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis sebanyak 80 anak.

Kemensos menemukan fakta di lapangan bahwa para pelaku kekerasan seksual kepada anak banyak berasal dari lingkungan terdekat. Biasanya adalah ayah kandung, ayah tiri, kakek, paman, tetangga, pacar, guru, pengasuh, teman dari media sosial, dan orang asing.

Perempuan dan anak korban kekerasan sering mengalami lebih dari satu tipe kekerasan. Sering terjadi dalam periode waktu tertentu dan dapat terjadi secara online.

Kemensos merespon permasalahan anak dan perempuan dengan melaksanakan pencegahan dan penanganan. Pencegahan meliputi pengasuhan, upaya pencegahan berfokus pada anak, orang tua dan komunitas, kampanye sosial, dan penegakan hukum.

Sementara penanganan dilakukan dengan pelaporan, asesmen dan penanganan komprehensif, penegakan hukum, pelibatan berbagai disiplin ilmu, dan pelibatan stakeholders.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.