BOGOR, CEKLISSATU - Warna hitam tidak memiliki spektrum atau panjang gelombang spesifik. Ini mendasari pendapat bahwa hitam bukanlah warna. Warna bisa terlihat oleh mata akibat adanya cahaya tampak pada spektrum spesifik yang dipantulkan oleh benda. Sementara itu, tinta berwarna hitam tersusun dari berbagai pigmen warna yang bisa menyerap hampir seluruh warna pada setiap panjang gelombang atau spektrum cahaya tampak. Akibatnya, tinta hitam akan memantulkan hanya sedikit cahaya pada spektrum tertentu. 

Di lain sisi peradaban telah menciptakan sendiri warna paling gelap di dunia yaitu Vantablack, yang dimana warna ini merupakan material super-hitam yang dikembangkan oleh Surrey NanoSystems di Inggris pada tahun 2014. Material ini terdiri dari jutaan tabung nano karbon (carbon nanotubes) yang berdiri tegak seperti hutan mikro. Ketika cahaya mengenai permukaan Vantablack, cahaya tersebut terperangkap di antara nanotube ini dan terus-menerus memantul hingga akhirnya diserap seluruhnya, hingga hampir tidak ada cahaya yang dipantulkan kembali ke mata manusia. Kemampuan Vantablack menyerap cahaya mencapai 99,965% dari cahaya tampak yang mengenainya. Efeknya begitu ekstrem hingga benda tiga dimensi yang dilapisi warna ini tampak rata dan tanpa kontur seperti permukaan bola bisa terlihat seperti lingkaran datar. 

Baca Juga: Sekitar 10.000 Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Jadi Bogor ke-544

Pada 2016, dunia seni gempar saat seniman Inggris Anish Kapoor diberi hak eksklusif oleh Surrey Nano Systems untuk menggunakan Vantablack dalam karya seni. Hal ini memicu kemarahan banyak seniman lain yang merasa warna seharusnya menjadi milik publik. Seniman Stuart Semple begitu marah hingga menciptakan cat berwarna pink dan glitter yang dapat diakses oleh semua orang, kecuali Kapoor. Kapoor merespons dengan mengunggah foto jari tengahnya yang dilapisi cat pink tersebut di Instagram.

Vantablack bukan hanya tentang warna hitam melainkan simbol dari batas pencapaian teknologi material, perpaduan antara sains, seni, dan filosofi visual. Warna ini memaksa kita mempertanyakan apa itu "melihat" dan bagaimana persepsi kita terhadap realitas bisa dimanipulasi oleh cahaya atau ketidakhadirannya.

Sumber: kompas.com , detikInet.com , mediaindonesia.com

Ade Pramitha