JAKARTA, CEKLISSATU - Pergerakan media pada saat ini sudah beralih ke media sosial dan ruang digital dimana sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu, adapun ancaman ancaman di ruang digital terdapat narasi narasi yang bisa memecah belah bangsa yang terserbar secara terstruktur, sistematis dan masif, sehingga kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila di setiap silanya dalam kehidupan kita sehari-hari, dimulai dari hal-hal terkecil kita termasuk di ruang digital.
Untuk itu, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama DPR mengadakan seminar Literasi Digital dengan tema 'Membangun Nilai Pancasila Di Ruang Digital' pada Rabu 23 Februari 2023.
Anggota Komisi I DPR, Mohammad Idham Samawi mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, maka dari itu Pancasila berperan penting dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia beserta seluruh sumber daya alamnya dari tangan asing.
Baca Juga : DPRD Kota Bogor Usulkan Raperda Prakarsa Tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Bangsa dan negara kita itu dibangun dari banyak perbedaan, lebih dari 700 suku dan Bahasa daerah dan 5 agama, Indonesai merupakan negeri yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau dan menjadi satu satunya di dunia. Indonesia sudah berusia 77 tahun dan wilayahnya masih utuh hingga saat ini, sebelumnya nusantara pernah dijajah ratusan tahun oleh penjajah hingga akhirnya Indonesia menang dan terbebas dari penjajahan pada 17 Agustus 1945.
"Hanya Pancasila yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama dan Pancasila tidak berbenturan dengan agama dan adat istiadat di seluruh Indonesia," ucap Idham.
Sementara itu, Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.
"Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah, yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia," kata Semuel.
Selanjutnya Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyebut, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara menjadi tanggungjawab negara untuk dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Bahwa Pendidikan Wawasan Kebangsaan diselenggarakan untuk meningkatkan pengamalan Pancasila, membina kerukunan dan toleransi masyarakat yang majemuk yang terdiri atas beragam suku, ras, agama, golongan, sosial, ekonomi, budaya dan kearifan lokal sehingga terwujud masyarakat DIY yang berkharakter unggul dan menjiwai Pancasila," ucap Eko.
Terakhir, Dekan Fikom Unitomo Surabaya, Harliantara menyampaikan, bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang membentuk karakter kita semua, Karakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi menjadi tanda-tanda kebaikan, kebajikan dan kematangan moral seseorang.
"Tantangan budaya digital pada saat ini dapat kita lihat di sekitar kita, di antaranya yaitu; mengaburnya wawasan kebangsaan, berkurangnya sopan santun, menghilangnya budaya Indonesia dan masuknya budaya asing, minimnya pemahaman hak-hak digital, kebebasan berekspresi yang tidak terkontrol, berkurangnya toleransi dan saling menghargai perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi dan pelanggaran hak cipta," tutur Harliantara.
Comment