JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Sayuran hijau dikenal sebagai salah satu sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh. 

Bayam, kangkung, sawi, dan brokoli sering menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 

Namun, cara pengolahan yang kurang tepat dapat menyebabkan sebagian kandungan nutrisi dalam sayuran berkurang, termasuk zat besi yang dibutuhkan tubuh.
‎
‎Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science and Technology, proses pemasakan dengan suhu tinggi dan waktu yang terlalu lama dapat menurunkan kandungan beberapa zat gizi pada sayuran hijau, terutama vitamin yang larut dalam air serta sejumlah mineral yang dapat larut ke dalam air rebusan. 

Baca Juga: Anti Layu dan Busuk, Ini 7 Cara Menyimpan Sayuran Tanpa Kulkas agar Tetap Fresh

Kondisi itu membuat nilai gizi sayuran tidak lagi sama seperti saat masih segar.
‎
‎Zat besi merupakan mineral yang berfungsi membantu pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. 

Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia yang ditandai dengan tubuh mudah lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
‎
‎Menurut World Health Organization (WHO), defisiensi zat besi masih menjadi salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan di berbagai negara. 

Baca Juga: Menu Hari Pertama Makan Bergizi Gratis di SDN Cijujung 01 Sukaraja, Sajikan Soto Daging hingga Sayuran

Oleh karena itu, konsumsi makanan yang mengandung zat besi, termasuk sayuran hijau, menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
‎
‎‎Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses perebusan dalam waktu lama dapat menyebabkan sebagian nutrisi larut ke dalam air. 

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menemukan bahwa pemasakan menggunakan air dapat mengurangi kandungan beberapa zat gizi pada sayuran hijau, terutama jika dilakukan dalam durasi yang terlalu panjang.

Baca Juga: Ini Manfaat Pare yang Jarang Diketahui, Sayuran Pahit Penuh Manfaat untuk Kesehatan
‎
‎Selain zat besi, vitamin C dan folat juga termasuk nutrisi yang rentan mengalami penurunan akibat paparan panas berlebih. 

Semakin lama sayuran direbus, semakin besar kemungkinan nutrisi tersebut hilang bersama air rebusan yang dibuang.
‎
Ini alasan sayuran hijau tidak perlu direbus terlalu lama‎

‎Sayuran hijau umumnya memiliki tekstur yang relatif lunak sehingga tidak memerlukan waktu pemasakan yang panjang. 

Baca Juga: Kurangnya Konsumsi Sayuran Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Merebus sayuran terlalu lama tidak hanya mengurangi kandungan nutrisi, tetapi juga dapat mengubah warna, tekstur, dan cita rasanya.
‎
‎Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, metode memasak yang lebih singkat seperti mengukus atau menumis ringan dapat membantu mempertahankan lebih banyak kandungan nutrisi dibandingkan perebusan yang terlalu lama.
‎
‎Cara Memasak Sayuran agar Nutrisinya Tetap Terjaga
‎
‎Untuk mempertahankan kandungan gizi pada sayuran hijau, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana. 

Baca Juga: Kaya Nutrisi, Ini Manfaat Kacang Koro, Dari Kesehatan Jantung hingga Meningkatkan Daya Ingat

Pertama, gunakan waktu memasak yang singkat hingga sayuran matang tetapi tidak terlalu lunak. 

Kedua, gunakan air secukupnya jika harus merebus agar kehilangan nutrisi dapat diminimalkan.
‎
‎Selain itu, metode mengukus sering dianggap lebih baik karena mengurangi kontak langsung antara sayuran dan air. 

Cara ini membantu menjaga kandungan vitamin dan mineral tetap berada di dalam bahan pangan.

Baca Juga: 10 Buah Ini Wajib Dikonsumsi Untuk Menjaga Kesehatan Jantung
‎
‎Memilih bahan makanan bergizi saja tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Cara pengolahan juga memegang peran penting dalam menentukan jumlah zat gizi yang akhirnya dikonsumsi.
‎
‎Dengan memperhatikan teknik memasak yang tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat optimal dari sayuran hijau. 

Mengurangi waktu perebusan dan memilih metode memasak yang lebih ramah nutrisi menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kandungan gizi dalam makanan sehari-hari.
‎
(MG/‎Siti Balqis Sari Manah)