Ukraina Rekrut Tentara Bayaran, Imbalannya Menggiurkan

Relawan Lituania telah bergabung dalam perjuangan di pihak Ukraina. (Twitter @visegrad24)

KYIV, CEKLISSATU – Perang dan Rusia tidak hanya melibatkan kekuatan pasukan masing-masing negara, melainkan dan relawan internasional.

Pelibatan mereka setelah dikeluarkannya program dari Presiden Ukraina Voloydmyr Zelensky dengan nama ‘Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina’. Pemerintah juga menghilangkan permintaan visa untuk para relawan yang ingin bergabung ke medan perang dan membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Bacaan Lainnya

Para relawan yang direkrut untuk bergabung ke medan perang akan diperlakukan seperti anggota militer dan mendapat imbalan dan hak yang sama.

“Seorang anggota tentara Ukraina biasa menghasilkan US$3.500 (Rp50,3 juta) per bulan. Jadi mereka (relawan) akan menghasilkan uang yang sama,” ujar seorang pejabat Ukraina, seperti dikutip Middle East Eyes, Senin 7 Maret 2022.

Dia menyebut kekuatan militer negaranya memiliki tentara yang cukup, tetapi ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Ukraina membela demokrasi dan nilai-nilai internasional.

Selain relawan, pemerintah Ukraina juga turut melibatkan sejumlah tentara bayaran. Pada pekan ini, sebuah iklan pekerjaan muncul di situs Silent Professionals, sebuah situs web untuk pekerjaan bidang pertahanan dan keamanan.

Iklan ini mencari beberapa tentara bayaran untuk melakukan operasi evakuasi individu dan keluarga di seluruh pedesaan dan kota-kota besar Ukraina.

“Pemberi kerja adalah perusahaan yang berbasis di AS. Baik agen pria dan wanita dipersilakan untuk melamar,” tulis iklan tersebut.

Namun, syarat utamanya adalah telah berpengalaman dan memiliki setidaknya lebih dari lima tahun pengalaman militer di wilayah Eropa.

Imbalan yang diberikan untuk pekerjaan tersebut cukup menggiurkan, berkisar dari adalah US$1.000 hingga US$2.000 atau sekitar Rp14,3 juta hingga Rp28,6 juta per hari. Imbalan dan bonus untuk pekerjaan ini akan diberikan setelah operasi selesai.

Sampai saat ini, otoritas Ukraina menyebut saat ini sudah ada 16 ribu relawan yang bergabung dan membantu negaranya di medan perang.

Meski demikian, Ukraina membantah negaranya mempekerjakan tentara bayaran swasta, dan menyebut negaranya hanya menerima relawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.