BOGOR. CEKLISSATU - Viral curhatan seorang pengemudi mobil yang mengaku menjadi korban pemerasan oleh joki jalur alternatif Puncak, Kabupaten Bogor. Dalam video yang beredar di media sosial, pengemudi tersebut mengungkapkan bahwa dirinya diminta sebesar Rp 850 ribu oleh seorang joki jalur alternatif. 

Padahal, berdasarkan kesepakatan awal, pengemudi hanya diminta membayar seikhlasnya kepada orang yang tidak diketahui identitasnya tersebut. 

Joki itu sempat mengarahkan pengemudi melewati jalur alternatif selama berjam-jam. Akibatnya, kendaraan pengemudi mengalami kerusakan karena melalui jalan sempit yang sulit dilalui. 

Setelah video tersebut viral, polisi melakukan penyisiran di sejumlah jalur alternatif Puncak, mulai dari wilayah Ciawi hingga Gadog, Megamendung. 

Baca Juga : Cheng Peng Hsieh/Zijiang Juara Ganda Putra M-15 Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2024

Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat, mengungkapkan bahwa dalam penyisiran itu ditemukan beberapa warga yang membantu mengatur kelancaran lalu lintas. 

"Kami memberikan imbauan kepada joki agar tidak melakukan pelanggaran, termasuk pungutan liar atau pemaksaan terhadap pengendara yang melewati jalur alternatif," ujar Kompol Agus saat dikonfirmasi Sabtu 21 Desember 2024. 

Pihak kepolisian juga mendata sejumlah orang yang diduga sebagai joki jalur alternatif dan memberikan pembinaan kepada mereka. 

Masih kata Kompol Agus, menegaskan bahwa pihaknya masih mencari pelaku pemerasan yang terekam dalam video viral tersebut. 

"Kami sedang mendalami kasus ini dengan bantuan warga untuk menemukan pelaku dalam video itu dan menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku," katanya. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan ajakan joki untuk melewati jalur alternatif, terutama jalur Cibalok. 

"Jalur alternatif seperti Cibalok hanya sekitar 1 kilometer dan tidak tembus ke Taman Safari. Jika melewati Cibalok, kendaraan hanya akan keluar di Pandansari, tepatnya di gang bengkel Gadog, lebih baik hindari tawaran jasa dari para joki, cetusnya.