KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) mengajak seluruh warga lebih peduli dan aktif menjaga kelestarian alam, khususnya dalam proses penataan kawasan yang rawan bencana.
Seruan tersebut disampaikan Jaro Ade saat melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Hunian Tetap (Huntap) untuk para penyintas bencana banjir bandang dan longsor tahun 2020 di Kampung Cipandawa, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kamis (10/07/2025).
“Menata kembali kawasan terdampak bencana bukan hanya soal membangun rumah dan jalan, tapi juga soal membangun kesadaran kita semua untuk hidup berdampingan dengan alam,” ucap Jaro Ade kepada ceklissatu.com.
Aksi penanaman pohon ini bukan sekadar simbolis. Bagi Jaro Ade, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata memulihkan ekosistem sekaligus mencegah potensi bencana serupa di masa depan.
Baca Juga: Sapa Warga yang Tinggal di Huntara, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Tegaskan Komitmen Pemerintah Hadir
Ia menekankan pentingnya pendekatan ekologis dalam pembangunan, apalagi kawasan Sukajaya dikenal sebagai wilayah dengan topografi rawan longsor.
“Kalau alam dirusak, maka yang rugi kita sendiri. Tapi kalau kita rawat bersama, maka alam akan menjadi pelindung terbaik kita,” tegasnya.
Penanaman pohon di area Huntap juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi hunian agar lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Dalam kegiatan ini, ditanam berbagai jenis pohon keras dan tanaman pelindung, dan buah-buahan yang berfungsi memperkuat struktur tanah serta menjaga keseimbangan air.
Kepada warga, Jaro Ade juga menitipkan pesan agar menjadikan lingkungan sekitar Huntap sebagai contoh kawasan pemukiman yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
“Huntap ini bukan sekadar tempat tinggal. Ini simbol kebangkitan. Mari jadikan kawasan ini sebagai contoh harmonisasi antara manusia dan alam,” tambahnya.
Langkah Wakil Bupati ini mendapat apresiasi dari warga dan tokoh masyarakat setempat.
Dengan pesan kuat tentang pelestarian lingkungan, kegiatan Jaro Ade di Cipandawa bukan hanya memberi semangat kepada para penyintas, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun masa depan dengan cara yang lebih ramah alam.
Comment