BOGOR, CEKLISSATU.COM - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan di Sempur, Kota Bogor, Selasa (31/3/2026).
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyampaikan bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk mengetahui berbagai inovasi serta kendala yang dihadapi di balai riset tersebut.
“Kami Komisi IV melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bogor untuk meninjau Balai Riset Budidaya Ikan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan. Kami ingin mengetahui inovasi-inovasi yang telah dihasilkan serta kendala yang dihadapi,” ujar Titiek kepada wartawan usai peninjauan.
Baca Juga: Kebun Raya Bogor Selenggarakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepala BRIN Bertindak sebagai Khatib
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh balai riset tersebut. Salah satunya adalah alat pengasapan ikan yang dinilai praktis dan terjangkau bagi para pembudidaya.
“Kami melihat ada pameran dan mengapresiasi balai ini karena telah menghasilkan banyak inovasi. Di antaranya alat pengasapan ikan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis ikan. Ini menjadi solusi bagi yang tidak memiliki freezer, karena ikan bisa diasap dan dipasarkan. Alatnya tidak mahal, tetapi sangat bermanfaat bagi para pembudidaya. Kami berharap alat ini dapat diperbanyak untuk bantuan kepada para pembudidaya ikan,” jelasnya.
Selain itu, Titiek juga mengapresiasi inovasi pakan ikan berbasis sistem bioflok yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya.
“Kemudian ada inovasi pakan ikan dengan sistem bioflok yang dapat mempercepat masa panen dan lebih ekonomis. Berbagai produk olahan juga memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan dapur MPASI dan bisa dipasarkan. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga menerima sejumlah masukan dari pihak terkait, terutama terkait kekurangan tenaga penyuluh perikanan di Indonesia.
“Kami mendapatkan masukan bahwa jumlah penyuluh perikanan saat ini masih sangat kurang, kurang dari 4.000 orang, padahal idealnya mencapai 12.000 orang untuk seluruh Indonesia. Untuk itu, Komisi IV akan mendorong kementerian terkait agar menambah jumlah penyuluh, karena mereka sangat dibutuhkan oleh para pembudidaya dan nelayan,” tutupnya.
Comment