KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Seorang oknum pejabat kampus swasta di kawasan timur Kota Bogor berinisial HR mempunyai "hobi" yang tidak layak ditiru. Terbaru, HR diduga menggoda hingga merayu perempuan yang sudah rumah tangga.
Di lingkungan kampus tersebut, siapa yang tidak kenal HR. Awalnya hanya sekadar iseng. Begitulah biasanya dimulai. Iseng itu lalu tumbuh. Dari sekali dua kali, menjadi kebiasaan. Dari basa-basi, menjadi godaan. Dari sekadar emoji, menjadi rayuan.
Kali ini, sasarannya salah pilih. Seorang perempuan yang sudah berumah tangga. HR melakukannya dengan cara paling populer di zaman ini: pesan pribadi lewat media sosial Instagram. Direct Message.
Baca Juga: Dari Fun Aerobic hingga Bazar Kuliner, Ini Serunya ‘Telaga Minggu Ceria’ di Telaga Bogor
Kepada wartawan, kerabat korban bercerita tentang perilaku oknum pejabat kampus ternama itu.
Sang perempuan mula-mula mengabaikan. Seperti angin lalu. Tapi pesan itu datang lagi. Dan lagi. Semakin lama semakin intens. Bukan lagi basa-basi. Tapi sudah mengarah pada rayuan yang membuat resah.
Di titik itu, sang korban mulai terganggu. Bahkan berniat melapor ke polisi. Ia sudah tidak tahan lagi. Ini bukan lagi sekadar usil. Tapi masuk wilayah pelecehan.
Baca Juga: Angin Kencang dan Longsor Terjang Ciseeng Bogor, Sejumlah Rumah dan Fasilitas Warga Terdampak
Celakanya, HR ternyata bukan sekali ini. Sudah ada cerita serupa. Perempuan lain. Bukan satu, bukan dua. Bahkan disebut-sebut lebih dari itu. Reputasi HR di kalangan tertentu sudah tercium. Tapi selama ini hanya berbisik-bisik. Tidak ada yang berani terang-terangan.
Hingga kasus terbaru ini mencuat. Kepada wartawan, kerabat korban menceritakan kelakuan oknum pejabat kampus itu.
Bahkan, ia juga memperlihatkan isi pesan DM yang dikirim kepada korban. Kebiasaan lama sebagian pejabat di negeri ini selalu begitu dari dulu. Ada yang hobi memamerkan mobil mewah. Ada yang gemar berburu proyek. Ada pula yang punya kegemaran aneh: menggoda istri orang.
Baca Juga: 1.000 Pelari Ramaikan World Tourism Day 2025 di Bogor, Dedie Rachim: Perkuat Citra Kota Pariwisata
Bedanya, kalau dulu orang masih menggunakan telepon rumah atau SMS, kini cara itu jauh lebih mudah. Tinggal geser jempol, kirim DM, dan selesai. Cepat. Rahasia. Tapi jejak digitalnya jelas. Dan itulah yang menjadi bumerang.
Apakah HR akan diproses hukum? Itu masih menunggu keberanian korban. Atau mungkin kampus akan lebih dulu mengambil tindakan? Kita lihat saja.
Yang jelas, ulah semacam ini sudah tidak bisa lagi dianggap sepele. Apalagi dilakukan oleh seorang pejabat kampus. Tempat yang mestinya jadi teladan moral. Ironis memang.
Baca Juga: IPB Run 2025 Capai 4.000 Peserta, Panitia Siapkan Rute Asri Kampus Dramaga
Dikonfirmasi terpisah, HR kepada wartawan mengaku, dirinya sudah mencoba menjelaskan dan tidak ada niat untuk menggoda.
"Saya sudah coba jelaskan ke beliau bahwa saya gak ada niat menggoda. Istrinya itu dulu mahasiswa saya sudah seperti saudara saya sendiri. Karena sering bantu saya untuk beresin tugas koreksi dan lain-lain," ucap HR melalui WhatsApp.
"Dan itu 17 tahun yang lalu, kebetulan juga pernah dapat bantuan kuliah juga. Jadi saya mengganggap biasa saja, bahkan beberapa yang sudah lulus saya hubungi kembali untuk sekedar tahu seperti apa keadaannya sekarang," tambahnya.
Selain itu lanjut HR, ia sudah menyampaikan permohonan maaf kepada suami ibu rumah tangga tersebut.
"Dulu saya berpesan kalau saat ini saya bantu, maka harus mampu membantu yang lainnya suatu saat. Saya sudah minta maaf ke suaminya atas kesalahan saya, dan itu pun yang chat sebenarnya bukan istrinya tapi chat suaminya sendiri dengan saya," tutur HR.
Baca Juga: Investasi Rp12 Triliun, Tol Bogor-Serpong Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan
"Makanya saya heran kok ngajak ketemu. Saya sudah diminta ketemu dan saya ikutin, saya tunggu menjelaskan juga, dan sampai hari ini saya sudah tidak pernah ada komunikasi lagi, karena memang saya gak tahu nomornya juga. Dan akun-akun saya sudah saya hapus untuk menghindari dan menghormati suaminya," beber HR.
HR berharap, suami ibu rumah tangga tersebut bisa dianggap sebagai saudaranya.
"Saya berharap suaminya juga bisa sperti saudara saya juga, sementara itu yang saya bisa jawab, beliau sudah ketemu dengan pimpinan saya. Dan saya juga sudah ditegur keras atas kelalaian saya. Mohon maaf sekali," pungkas HR.
Comment