BOGOR, CEKLISSATU.COM - Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi air kepada pelanggan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.


Menurut Rino, secara umum pelayanan selama periode Lebaran akan berjalan seperti biasa. Namun, pihaknya akan meningkatkan pemantauan distribusi air agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.


“Seperti biasa tidak ada yang berbeda. Teman-teman tetap bertugas seperti biasa, hanya saja kami lebih berhati-hati dan memaksimalkan pengawasan. Departemen dan para manajer sudah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi Lebaran,” ujar Rino kepada wartawan saat ditemui di Training Center Tirta Pakuan, Jalan Raya Bogor-Sukabumi No.3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Dedie Rachim Usulkan 3 Nama Direksi Tirta Pakuan ke Kemendagri


Ia menjelaskan, pada momen hari besar keagamaan biasanya terdapat perlakuan khusus di sektor produksi, terutama terkait pasokan bahan kimia untuk pengolahan air.


“Bagaimanapun ini hari besar. Biasanya ada kendala di produksi karena distribusi bahan kimia tidak selancar hari-hari biasa. Namun, kami sudah mengantisipasi kebutuhan tersebut sejak satu bulan sebelumnya,” jelasnya.


Rino memastikan petugas di bagian jaringan tetap bersiaga selama masa libur Lebaran. Tim piket akan ditempatkan di setiap zona pelayanan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.


“Teman-teman di bagian jaringan dipastikan tidak pulang kampung. Akan ada tim piket khusus yang disiagakan di setiap titik zona pelayanan. Selain itu, petugas call center dan pengelola media sosial juga tetap standby. Call center tidak akan pernah tutup,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, agar segera melaporkan jika mengalami kendala pelayanan air melalui saluran komunikasi yang telah disediakan.

Baca Juga: Selama Ramadan Tirta Pakuan Ringankan Biaya Air Mesjid


“Jika ada kendala terkait pelayanan air, masyarakat bisa menghubungi call center atau melalui akun Instagram resmi kami,” katanya.


Rino menambahkan, saat ini pihaknya juga memanfaatkan teknologi untuk membantu memilah laporan masyarakat. Menurutnya, sistem otomatis atau chatbot digunakan untuk menyaring laporan sehingga petugas dapat lebih cepat menangani gangguan yang benar-benar membutuhkan penanganan langsung.


“Kami menggunakan bantuan teknologi untuk memilah laporan. Dengan begitu, kami bisa menentukan mana gangguan yang harus segera dikirim petugas dan mana yang cukup diberi penjelasan,” ujarnya.


Ia mencontohkan, tidak sedikit laporan gangguan air yang ternyata disebabkan oleh masalah sederhana di rumah pelanggan, seperti katup atau stop valve yang tertutup.


“Sering kali petugas sudah datang jauh-jauh ke lokasi, ternyata stop valve setelah meteran tertutup. Jadi air tidak mengalir ke rumah pelanggan,” katanya.


Karena itu, ia menyarankan pelanggan terlebih dahulu memeriksa instalasi air di rumah jika hanya terjadi gangguan di satu rumah, sementara rumah di sekitarnya masih mendapatkan aliran air.


“Kalau tetangga kiri kanan airnya mengalir, coba cek dulu valve di rumah. Tapi kalau satu area tidak mengalir, silakan segera hubungi kantor kami agar bisa cepat ditangani,” jelasnya.


Rino juga menjelaskan bahwa pada saat Hari Raya Idul Fitri biasanya terjadi perubahan pola pemakaian air yang signifikan, terutama pada waktu subuh sebelum pelaksanaan salat Id.

Baca Juga: Siapa Yang Lebih Layak : Mantan Tukang Ledeng Atau Penguasa Pasar


“Biasanya sebelum salat Id pemakaian air meningkat karena masyarakat serentak mandi, berwudu, dan menyiapkan kebutuhan memasak. Akibatnya tekanan air bisa menurun sementara,” ujarnya.


Meski demikian, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kondisi distribusi air biasanya kembali normal menjelang siang hari.


“Biasanya sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 WIB siang sudah normal kembali. Hal itu karena sekitar 90 persen pelanggan kami adalah rumah tangga,” katanya.


Selain faktor pemakaian, gangguan juga dapat terjadi akibat kebocoran jaringan di suatu wilayah. Namun, saat ini Perumda Tirta Pakuan telah menerapkan sistem pembagian area jaringan sehingga gangguan tidak berdampak pada seluruh wilayah Kota Bogor.


“Jika ada kebocoran di satu wilayah, tidak akan menghentikan distribusi air di seluruh Kota Bogor, melainkan hanya di area tersebut saja,” pungkasnya.