BOGOR, CEKLISSATU - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, kondisi Sungai Cisadane di sekitar lokasi yang menjadi tempat diduga jatuhnya pengendara motor yang diketahui bernama Bayu Zulkarnaen sebagai salah satu ASN Pemkot Bogor itu, memiliki kontur yang bervariasi. Sejumlah titik memiliki kedalaman cukup tinggi, sementara bagian lainnya relatif dangkal.

"Kalau dilihat memang ada beberapa wilayah yang cukup dangkal, ada juga yang cukup dalam. Kedalaman kurang lebih kalau di sisi tepi itu sekitar 5 sampai dengan 6 meter. Namun, sampai dengan saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian terhadap saudara kami, Bayu," ujarnya.

Selain penyelaman dan penyisiran, tim gabungan juga menyiapkan metode pencarian lainnya dengan menggunakan perahu bermotor untuk memperluas jangkauan pencarian.

Baca Juga: Pegawai Pemkot Bogor Diduga Hanyut di Sungai Cissdane, Tas dan Helm Ditemukan

"Teknik-teknik lainnya mungkin akan dikomunikasikan dengan teman-teman terkait, teman-teman Dinas Damkar Kota Bogor, teman-teman Basarnas. Termasuk juga kita sedang persiapkan perahu motor untuk mencoba teknik lain yang sekiranya bisa mempermudah dan mendapatkan titik terang terkait dengan upaya pencarian," kata Dimas.


Dimas menyebutkan, area pencarian diprioritaskan dalam radius sekitar 200 hingga 300 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.

"Sementara ini dari titik jatuh, radius yang kita prioritaskan kurang lebih 200 sampai dengan 300 meter. Termasuk tadi tim sisi darat dan tim sisi air juga sudah melakukan penyisiran sampai dengan jaring yang sudah kita pasang," tuturnya.

Menurutnya, proses pencarian menghadapi tantangan karena kondisi sungai memiliki banyak bebatuan dan sejumlah bagian yang cukup dangkal.

"Namun memang kalau dilihat dari kontur sungai yang ada, setelah titik duga jatuh, itu ada banyak jaring alam berupa batu dan wilayahnya juga cukup dangkal," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima tim gabungan, Bayu diduga terjatuh ke sungai sekitar waktu magrib menjelang isya pada Kamis (13/8/2026). Namun, hingga kini belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

"Sementara ini tim gabungan mendapatkan informasi kemarin sekitar magrib menjelang isya, bahwa diduga, diduga saudara kami Bayu ini terjatuh ke bawah aliran sungai. Setelah sebelumnya memang tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung," ungkap Dimas.

Ia mengatakan, sepeda motor yang di kendarai Bayu ditemukan dalam kondisi masih menyala  di ujung jembatan. Sementara helm dan tas milik korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi dugaan korban terjatuh.

"Motornya dalam kondisi menyala, masih ada di ujung jembatan dan helm beserta tasnya itu ditemukan kurang lebih 100 meter di muka air, tidak jauh dari titik dugaan saudara kami ini  jatuh," pungkasnya.