BOGOR, CEKLISSATU–Rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 resmi ditutup dengan kemeriahan Helaran yang berlangsung meriah di Alun-alun Tegar Beriman, Minggu (28/6/2026).
Nampak ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor begitu antusias melihat pertunjukkan mulai dari Rampak Silat
Jampang hingga helaran budaya “Mapag Pajajaran Anyar” yang menampilkan keragaman potensi dan warisan budaya yang dimiliki 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut seluruh rangkaian HJB tahun ini berjalan lancar dan berhasil melibatkan masyarakat secara luas.
Menurut Ajat, peringatan HJB telah dimulai sejak 10 Mei 2026 melalui berbagai kegiatan, mulai dari Bogor Run, festival budaya, upacara HJB di Mahesari, hingga puncaknya Helaran yang diikuti perangkat daerah, kecamatan, serta ribuan warga.
Baca Juga: Helaran Seni Budaya Mapag Pajajaran Anyar di Kabupaten Bogor
"Alhamdulillah seluruh rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544 berakhir hari ini dengan Helaran. Semua berjalan lancar dan masyarakat turut hadir meramaikan acara ini," ujarnya.
Ajat menegaskan, sesuai arahan Bupati Bogor, Hari Jadi Bogor bukan sekadar perayaan pemerintah, melainkan menjadi pesta seluruh masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan HJB tahun ini.
"Harapan Pak Bupati, ini adalah pestanya masyarakat, bukan pestanya Pemerintah Kabupaten Bogor. Alhamdulillah kolaborasi semua pihak berjalan cukup baik, meski tentu masih ada beberapa kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi," katanya.
Lebih jauh, Ajat menjelaskan bahwa Hari Jadi Bogor memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar perayaan seremonial. Menurutnya, usia Kabupaten Bogor yang semakin matang harus tercermin dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, pembangunan, hingga hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai, salah satu bentuk kedewasaan pemerintahan adalah kemampuan merespons setiap aspirasi dan keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial maupun media massa.
"Pak Bupati selalu menginstruksikan agar setiap keluhan masyarakat segera direspons dengan baik. Itu yang terus kami lakukan selama ini," ungkapnya.
Baca Juga: Helaran Pajajaran Resmi Jadi Tradisi Baru Kota Bogor, Dedie Rachim: Akan Digelar Setiap Tahun
Ajat berharap semangat Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan menghidupkan kembali nilai luhur gotong royong sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bogor.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kekuatan masyarakat, media, dan seluruh elemen untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor. Kalau kita bergotong royong, insyaallah semua persoalan bisa diselesaikan bersama," tutupnya.
Comment