BOGOR, CEKLISSATU - Dompet Dhuafa distribusikan 27 ribu daging hewan kurban, pada hari pertama Iduladha 1447 Hijriah di 28 Provinsi diseluruh Indonesia. Pelaksanaan penyemebelihan hewan kurban secara simbolis berlangsung di Zona Madina Dompet Dhuafa yang berlokasi di Desa jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor.
Giat penyembelihan hewan kurban disaksikan Presiden Institute for Social Entrepreneurship in Asia (ISEA) Miss Lisa, sebuah jaringan organisasi regional yang berfokus pada pengembangan dan edukasi mengenai kewirausahaan sosial guna mengentaskan kemiskinan di Asia Pasifik
Direktur Eksekutif Ahmad Juwaini mengatakan program “The Kurban Series” merupakan konsep yang menggambarkan hewan kurban sebagai simbol kendaraan yang akan mengantarkan pekurban menuju surga. Menurutnya, konsep tersebut ditawarkan kepada masyarakat agar dapat memilih “kendaraan terbaik” melalui ibadah kurban.
“Sesungguhnya hewan kurban itu seperti layaknya kendaraan yang akan mengantarkan kita ke surga. Jadi masyarakat ditawarkan untuk memilih kendaraan terbaik yang nantinya bisa membantu mereka menuju surga,” ujar Ahmad Juwaini, Rabu 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, mekanisme pelaksanaan kurban di Dompet Dhuafa dilakukan dengan menerima titipan dana dari masyarakat. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada peternak atau mitra untuk pembelian hewan kurban, proses penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dompet Dhuafa menerima titipan dana kurban dari masyarakat, lalu dana itu dikirim kepada peternak atau mitra untuk melaksanakan proses kurban, disembelih, dipotong-potong, dibuat paket, lalu didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Hingga Jumat pagi, jumlah kurban yang terkumpul disebut telah mencapai lebih dari 27 ribu lebih ekor setara domba atau kambing. Angka tersebut, menurut Ahmad, telah melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Pagi ini saja jumlahnya sudah melampaui tahun lalu, jadi kami memperkirakan capaian tahun ini akan lebih tinggi,” ujarnya.
Program distribusi kurban Dompet Dhuafa tahun ini menjangkau 28 provinsi, lebih dari 800 desa, serta lima negara di luar Indonesia, termasuk Palestina.
Untuk distribusi di negara lain,
Dompet Dhuafa menerapkan pola yang sama seperti di Indonesia, yakni pembelian hewan kurban di negara tujuan, penyembelihan, dan pembagian daging kepada masyarakat setempat. Namun, khusus Palestina, distribusi dilakukan dalam bentuk kornet karena kondisi keamanan yang tidak stabil.
Baca Juga: Bantuan Hewan Kurban Presiden Prabowo di Masjid Raya Nurul Wathon
“Khusus Palestina, kami mengemasnya dalam bentuk kornet. Hewan kurban dari Indonesia dikirim ke pabrik pengolahan daging kaleng di Mesir, kemudian dikirim ke Gaza dan Palestina,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menyinggung kerja sama Dompet Dhuafa dengan organisasi filantropi Asia Pasifik, Aisia, yang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, hubungan tersebut turut memperkuat eksistensi Dompet Dhuafa di tingkat internasional.
“Kerja sama ini membantu eksposur Dompet Dhuafa di kawasan Asia Pasifik dan mendukung jejaring dengan berbagai lembaga sosial di berbagai negara,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang mendukung Dompet Dhuafa meraih penghargaan Ramon Magsaysay Award pada 2016 adalah adanya referensi dari jaringan organisasi di Asia Pasifik tersebut.
Di akhir pernyataannya, Ahmad berharap program kurban dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian peternak.
“Kami berharap kegiatan kurban ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi, sekaligus menghidupkan para peternak. Untuk kerja sama dengan Aisia, kami berharap bisa terus ditingkatkan demi memperkuat pengelolaan program sosial dan social enterprise di Dompet Dhuafa,” tuturnya.
Comment