BOGOR, CEKLISSATU.COM – Warga memadati Lapangan Sempur untuk berburu kebutuhan pokok di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanaka Pemerintah Kota Bogor dalam rangakain Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Selasa (2/6/2026).

Gerakan pangan murah menjual berbagai komoditas seperti beras, cabai, hingga minyak goreng dijual dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan pasaran.

Gerakan Pangan Murah bakal berlangsung hingga Rabu (3/6/2026) besok.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Kota Bandung Pangkas Rantai Distribusi, Harga Lebih Murah dan Pasokan Tetap Aman

Sekretaris DKPP Kota Bogor, Wina, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat sejumlah produk pangan ludes terjual.

Ia mengimbau masyarakat yang belum sempat berbelanja untuk datang pada hari berikutnya.

“ Gerakan Pangan Murah hari ini sangat luar biasa. Masyarakat sangat antusias untuk membeli pangan yang berkualitas dan terjangkau. Bahkan, banyak produk pangan yang habis terjual,” ujar Wina.

Baca Juga: Semarak HJB ke-544, Perumda PPJ Gelar Bazar Murah Sepekan dan Luncurkan Gerai BSI di Pasar Kebon Kembang

Ia menjelaskan, pada kegiatan tersebut tersedia 23 stan yang menawarkan berbagai komoditas pangan dan produk pendukung lainnya.

“Kami memiliki 23 stan. Komoditas yang dijual diutamakan untuk produk-produk pangan yang dibutuhkan masyarakat, serta produk pendukung lainnya. Ada juga produk dari para pengrajin dan berbagai bahan makanan kuliner,” katanya.

Menurut Wina, harga produk yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Baca Juga: Pemkot Bogor Matangkan Persiapan Hari Jadi Bogor Ke-544

“Harganya jauh di bawah harga pasar. Misalnya cabai merah dan cabai hijau dijual hanya Rp5.000 per kemasan. Untuk beras, harganya bervariasi tergantung merek, mulai dari beras SPHP hingga beras premium,” ungkapnya.

Wina menambahkan, selisih harga sejumlah komoditas cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran. Salah satunya minyak goreng yang dijual seharga Rp15.500 per liter.

“Kalau minyak goreng, misalnya, di sini dijual Rp15.500. Sementara di warung dekat rumah saya bisa mencapai Rp18.000 hingga Rp19.000. Selisihnya lumayan besar, makanya banyak masyarakat yang membeli dalam jumlah banyak,” katanya.