Pendapatan Masyarakat Puncak Belum Stabil, Dampak Pandemi Masih Terasa

Geliat ekonomi Puncak masih belum stabil, para pedagang oleh-oleh yang masih sepi pembeli (asep/ceklissatu)

BOGOR, CEKLISSATU – Pandemi Covid -19 selama hampir dua tahun, sangat dirasakan oleh masyarakat di kawasan pariwisata Puncak, terutama pada sektor  pariwisata dan kuliner. Sepinya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, berakibat pada turunnya omset penjualan dan tingkat hunian kamar hotel.

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik kafe di kawasan Puncak, Iyong, secara keseluruhan sejak tahun 2020 sampai saat ini, masih sangat terasa perputaran ekonomi yang sangat lambat. Beberapa perusahaan atau hotel terpaksa merumahkan karyawannya.

“Kami melihat dari pertanian sampai ke destinasi wisata, baru sekarang dari Februari sampai saat ini baru mulai lagi terlihat ada perkembangan,” katanya, Jumat, 18 Maret 2022.

Tak jauh beda dengan ungkapan pemilik usaha kuliner, Azet Basuni, dia terpaksa harus menyelamatkan usahanya agar tidak gulung tikar.

“Kalau dulu banyak pesanan, apalagi ketika banyak tamu hotel yang rapat dan menginap, tapi sekarang untuk bertahan saja masih sangat kesulitan,” paparnya.

Dia juga mengatakan, sepinya kunjungan wisatawan sangat berpengaruh pada roda perekonomian Puncak dan sekitarnya.

“Sepi wisatawan, yah sepi pembeli, kalau dagangan sudah tidak laku, bagaimana kita mau dapat untung,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.