Mendaki Gunung Makin Tren, Tapi Masih Banyak yang Suka Nyampah

Ilustrasi Pendaki Gunung

JAKARTA, CEKLISSATU tampaknya sedang menjadi salah satu kegiatan luar yang digandrungi banyak orang. Data konsumen Eiger Adventure menunjukan healing merupakan salah satu alasan utama konsumen Eiger pergi mendaki gunung.

Sayangnya, masih banyak oknum pendaki yang yang pergi mendaki gunung justru merusak alam, seperti meninggalkan sampah.

Bacaan Lainnya

“Padahal, ‘bawa pulang sampahmu’ sudah menjadi etika dan peraturan tertulis maupun tidak tertulis bagi pendaki,” ujar Senior Advisor Eiger Adventure, Djukardi Adriana, dalam keterangannya, Selasa 22 Maret 2022.
Menurutnya, Eiger Adventure juga ikut bertanggung jawab untuk mengedukasi para pendaki. Melalui Eiger Adventure Service Team (EAST) atau sebuah tim di bawah naungan Eiger yang berfokus pada edukasi dan pelatihan.

Perusahaan di bidang outdoor ini melakukan berbagai upaya untuk dapat memperluas kesadaran para pendaki terhadap lingkungan. Salah satunya melalui program adopsi gunung yang secara resmi telah dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2022 di Gunung Kembang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

“Gunung Kembang menjadi gunung pertama yang menjadi Eiger Zero Waste Mountain. Artinya, pengelolaan pendakian dan pendaki Gunung Kembang akan mengikuti program yang sudah disepakati. Mulai dari pengelolaan jalur pendakian, pengelolaan sampah hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar Galih Donikara, Manager Eiger Adventure Service Team.

Dalam pengelolaan Gunung Kembang, Eiger bekerjasama dengan berbagai pihak seperti TNI dan Kepolisian, Basarda, Puskesmas, aparat desa dan masyarakat, penggiat alam terbuka, dan Orapi/RAPI (Organisasi Amatir Radio Indonesia/Radio Antar Penduduk Indonesia).

Iwan Santoso selaku Ketua Basecamp Gunung Kembang menyambut baik program Eiger Zero Waste Mountain. Menurutnya, program ini dapat menambah keamanan dan kenyamanan kegiatan pendakian. Bukan hanya bersih kawasannya dengan konsep pendakian zero waste (nol sampah), namun juga berdaya pengelolanya.

Pada acara peluncuran Eiger Zero Waste Mountain di Gunung Kembang, turut diresmikan Pos “Bongkeng Sunrise Camp” yang merupakan pos pemberhentian para pendaki untuk dilakukannya pengaturan pendakian, pengecekan perlengkapan, perbekalan, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian informasi keselamatan pendakian. Ini juga sebagai salah satu bentuk apresiasi Eiger kepada seorang pendaki legendaris, Djukardi “Bongkeng” Adriana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.