Dikatai Panci Roy Suryo Membalas Samakan Rara Pawang Hujan dengan Monyet: Dibiayai Ratusan Juta dari Uang…

Roy Suryo membalas sindiran panci dengan menggambarkan dan menyamakan pawang hujan MotoGP Mandalika Rara dengan seekor monyet (Twitter KRMTRoySuryo2)

CEKLISSATU – Disindir keras dengan sebutan rupanya panci membuat mantan Menpora meradang. Kini dia bahkan menggambarkan di ajang mandalika dengan seekor monyet yang membawa tongkat kecil dan mangkok.

Dia mengunggah ulang karikatur unggahan akun lain yang disebutnya penggambaran lucu dan cerdas. Nampak, dalam gambar bergerak tersebut seekor monyet tengah memutar-mutar tongkat kecil di samping mangkok dan mengacung-acungkannya ke atas.

Bacaan Lainnya

Roy Suryo gambarkan dengan seekor monyet.

Hal itu mirip yang dilakukan Rara saat melakukan ritual menghentikan hujan di . “Instagram komik_merahputihhitam ini memang LUCU dan CERDAS …,” tulis Roy Suryo seperti yang dikutip Hops.ID dari akun Twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2.

Tak hanya itu dia juga mengunggah lagi gambar seekor monyet tengah kehujanan dengan tulisan pawang di perut hewan primata tersebut. “Lucu,” tulisnya.

Dia menyebut jika seharusnya yang dibahas setelah ajang balap MotoGP adalah pemenangnya bukan hal lain seperti pawang hujan.

Bahkan, dia juga menyebut jika apa yang dilakukan pawang hujan adalah hal yang tak terbukti secara ilmiah. Hal itu lantaran sudah dibantah oleh BMKG dengan data.

“IRONIS memang, Dimana2 kalau habis race itu yg rame dibahas adalah Juara2nya / minimal Racer2-nya, Ini kok malah “Aksi Teatrikal Pawang2an” yg sdh jelas2 dibantah secara Ilmiah oleh BMKG (juga BRIN & TNI-AU) Tapi kalau cek JEJAK DIGITAL-nya, maklumi saja, Bani Kendil juga. AMBYAR

Dia pun menyindir dengan kesimpulan jika pertunjukan pawang hujan saat MotoGP mandalika sukses menghibur dan berhasil tampil melebihi dari yang ingin tampil.

Kesimpulannya, “Pertunjukan” Pawang2an kemarin SUKSES mendpt Bayaran besar (Ratusan juta, Uang dari mana? APBN?), Menorehkan Nama Orang Indonesia di Pemberitaan2 LN (bahkan Melebihi yg Sebenarnya “Pengin tampil”) & Menghibur Rakyat +62 sejenak dari berbagai Kasus2 besar. AMBYAR.

Pria yang sering disebut pakar telematika ini menyebut jika sangat disayangkan hiburan sekelas pawang hujan berbiaya ratusan juta dan dibiayai dari uang rakyat.

Dia bahkan menyebut orang yang membanggakan atraksi pawang hujan otaknya sudah ketinggalan jaman seperti perangkat komputer dengan prosesor Pentium.

“FIXED. Itu hanya “Atraksi & Hiburan”, tetapi (sayangnya) berbeaya Ratusan Juta Uang Rakyat & jadi Cibiran sampai ke Mancanegara Catatan: Bani Kendil kalau baca comment LN harus detail, sak EMOTICON-nya, biar ngeh bahwa mereka sebenarnya berkomentar apa. Jangan spt PENTIUM AMBYAR,” jelasnya.

Sebelumnya, Roy Suryo sempat menyindir ajang MotoGP yang dibiayai triliunan rupiah dari APBN hambar tanpa kehadiran Marc Marquez yang mengalami cedera kepala saat latihan. Menurutnya tak tampilnya juara dunia delapan kali itu membuat MotoGP serasa hambar seperti rebusan tanpa gorengan.

Kemudian sindiran itu dibalas oleh anak buah Menkeu Sri Mulyani yang membalas dengan sindiran tak kalah pedas. Staf Khusus (Stafsus) Menkeu, Prastowo Yustinus mengibaratkan uang APBN yang digelontorkan untuk ajang MotoGP adalah investasi layaknya orang yang membeli panci yang akan digunakan untuk memasak makanan yang akan dijual kembali, jadi memberi manfaat secara kontinyu bagi masyarakat.

Tak terima dengan sindiran panci. Roy Suryo kemudian menyebut Prastowo Yustinus sebagai orang bodoh dan kurang update (Kudet). Dia menerangkan jika kasus terkait panci sudah dinyatakan tak terbukti di pengadilan.

Sumber: Hops id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.