JAKARTA, CEKLISSATU – Pembangunan proyek IKN atau Ibu Kota Negara Nusantara dirancang untuk pembangunan jangka panjang hingga 2045, sehingga peran non-APBN menjadi lebih besar.
Hal itu dikatakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Rabu 16 Agustus 2023.
“Badan Otorita IKN juga sudah diminta untuk memetakan proyek-proyek yang memungkinkan digarap bekerja sama dengan swasta atau melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU),” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menambahkan, partisipasi swasta melalui KPBU itu membuat penggunaan APBN bisa lebih kecil dalam jangka pendek, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan APBN ke depannya.
Baca Juga : Pembangunan IKN Beri Efek Ganda, Ma’ruf: Jadi Magnet Ekonomi Baru
Disamping itu. kata Sri Mulyani, di 2024 mendatang pemerintah telah menganggarkan pembanguna proyek IKN sebesar Rp40,6 triliun, yang tersebar di beberapa kementerian.
“Itu termasuk pembangunan bandara VVIP di IKN yang telah diputuskan oleh presiden,” ujar Sri Mulyani.
Dari total yang dianggarkan itu, Kementerian PUP mendapat alokasi dana yang paling besar yaitu Rp35,37 triliun.
“Itu karena PUPR mengerjakan pembangunan infrastruktur dasar, komplek pemerintahan, hingga perumahan ASN,” tutup Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meyakini bahwa pembangunan proyek IKN akan terus berlanjut dari sisi pendanaan, meskipun pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir pada 2024 mendatang.
Comment