Pos Marinir Diserang Pelontar Granat KKB, Dua Anggota TNI Tewas

Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu anggota TNI. ANTARA/Iwan Adisaputra

NDUGA, CEKLISSATU – Dua prajurit TNI tewas diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pos militer Satgas Mupe Yonif Marinir-33 di Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu 26 Maret 2022.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan KKB melancarkan serangan pada sore menjelang malam hari. Menurutnya, prajurit kala itu sedang bertugas di Distrik Kenyam.

Bacaan Lainnya

“Prajurit TNI Pos Marinir perikanan Quari Bawah telah diserang dan ditembak oleh gerombolan KST, sehingga personel Pos tersebut melakukan tembakan balasan kepada kelompok teroris yang menyerang,” kata Candra kepada wartawan.

Akibat insiden itu, satu orang prajurit atas nama Letda Mar Moh Iqbal meninggal terkena tembakan di bagian tangan sebelah kanan.

Beberapa prajurit lainnya mengalami luka berat dan ringan. Atas insiden itu, prajurit TNI yang bertugas di Pos Marinir tersebut pun disiagakan untuk melakukan evakuasi.

Namun, pada Minggu 27 Maret dini hari TNI mengumumkan bahwa terdapat satu lagi korban meninggal dunia atas nama Pratu Mar Wilson Anderson akibat insiden itu. Ia meninggal usai sempat mendapat perawatan medis.

“Almarhum Pratu Mar Wilson sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis dari Dokter Satgas, namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” jelas dia.

Proses evakuasi pun mulai dilakukan pada Minggu pagi melalui Bandara Mozes KIlangin, Timika. Para korban diterbangkan menggunakan helikopter milik TNI AU.

“Kedua korban yang meninggal dunia saat ini telah berada di RSUD Mimika untuk dilaksanakan pemulasaran,” ucapnya.

Dari keseluruhan, terdapat total enam prajurit yang mengalami luka-luka berinisial Serda RF, BP, EES, Pratu ASA, Prada ADP, dan LH.

Kemudian, dua lainnya mengalami luka ringan, yakni Pratu RS dan DS. Mereka masih berada di wilayah Kenyam, Kabupaten Nduga saat ini.

Terpisah, Kapolres Nduga Kompol Komang Budhiarta mengatakan penyerangan diduga dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya. Mereka disebut mengeluarkan pelontar granat jenis GLM hingga terdengar ke Polres Nduga yang berjarak sekitar 1,2 KM dari pos militer tersebut.

Menurutnya, senjata itu adalah hasil rampasan kelompok separatis yang telah dicap oleh pemerintah sebagai teroris tersebut.

“Situasi kamtibmas di sekitar Kenyam kondusif, namun tiba-tiba sekitar pukul 17.45 WIT terdengar bunyi tembakan dan ada laporan pos marinir di Kwareh Bawah diserang,” kata Komang sebagaimana dikutip Antara.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui perbuatannya tak lama setelah insiden penyerangan mencuat.

Serangan tersebut diklaim dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun kelompok separatis tersebut. Kelompok ini mengklaim aksi kontak senjata terjadi selama kurang lebih dua jam sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIT.

“Saat HUT TPNPB yang ke 51 tahun yaitu tanggal 26 Maret 2022 Pasukan TPNPB Kodap III Darakma Ndugama melakukan serangan di Pos Militer Indonesia di Keneyam Ibu Kota Kabupaten Nduga,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom kepada wartawan, Minggu 27 Maret

Menurut Sebby, pasukan OPM melakukan penyerangan usai mengendus keberadaan prajurit TNI di pinggir kali Kenyam dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga, mereka memutuskan untuk melakukan penyerangan dan kontak senjata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.