BOGOR, CEKLISSATU -- Dalam giat sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) mengadakan diskusi media dengan tema mitigasi kerawanan tahapan pungut hitung pada Pilkada 2024. Diskusi berlangsung di waroeng UP2DATE Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi menyebutkan bahwa salah satu bentuk kerawanan di Pilkada 2024 yaitu partisipasi pemilih.
"Karena dampaknya berurusan dengan legitimasi. Siapa pun yang terpilih, tapi partisipasinya rendah akan dinilai delegitimasi dari publik," ungkap Yusfitriadi kepada ceklissatu.com.
Baca Juga : Komisioner KPU Ungkap Potensi Kerawanan Dalam Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Serentak 2024
Kenapa kemudian potensinya rendah lanjut Yusfitriadi, ada tiga faktor. Pertama, yaitu kebijakan KPU yang menyatukan dua TPS.
"Bagi saya tidak masuk akal, maksudnya apa? Di Pemilu sudah begitu kok di Pilkada diubah. Apakah betul efisiensi anggaran atau ada faktor lain?," ucap Yusfitriadi.
Kemudian faktor kedua kata Yusfitriadi yaitu cuaca. Apabila hujan dari pagi, orang cenderung malas untuk pergi ke TPS. "Sudah TPS jauh, hujan pula," ujarnya.
Baca Juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Pilkada Serentak 2024, KPU Jabar Gencarkan Mitigasi Bencana
Dan faktor ketiga adalah pragmatisme masyarakat, yang memilih bekerja mendapatkan uang daripada ke TPS
"Saya pikir KPU belum optimal melakukan sosialisasi dan mendorong partisipasi publik. Kenapa? Karena KPU seringnya acara formal begini, tidak kemudian memanfaatkan forum warga. Misal, minta lah ke khotbah Jumat untuk mendorong, ke Majelis Taklim ibu-ibu, ke upacara bendera sekolah setiap Senin dan lain sebagainya," tutur Yusfitriadi.
"Artinya kalau sosialisasi menggunakan basis kultural, saya rasa itu bisa membantu meminimalisir potensi kurangnya partisipasi masyarakat," pungkas Yusfitriadi.
Untuk diketahui, hadir dalam giat tersebut Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Bachtiar Baital, dan Pengamat dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti. Dengan moderator Koordinator Vinus Muda, Chikal Akmalul Fauzi.