BOGOR, CEKLISSATU – KPU Kota Bogor bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor mengadakan sosialisasi untuk tingkatkan partisipasi pemilih di Pemilu serentak.
Sosialisasi untuk meningakatkan parisipasi pemilih di Pemilu oleh KPU Kota Bogor bersama FKUB itu dihadiri 125 peserta lintas agama dari berbagai kalangan di Kota Bogor.
Kepala Divisi SDM dan Sosdiklihparmas KPU Kota Bogor Darma Djufri menyatakan, harapannya agar FKUB turut membantu menyebarluaskan informasi terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta wali kota dan wakil wali kota di Kota Bogor, sehingga partisipasi pemilih di Pemilu bisa meningkat.
Baca Juga : Malam Ini, 4 Calon Gubernur Jabar dan Wakilnya Bakal Adu Gagasan di Debat Perdana KPU
“Kami telah menyampaikan informasi terkait pemilihan serentak, mulai dari gubernur hingga wali kota. Harapan kami, FKUB dapat membantu menyampaikan dan mensosialisasikan pemilihan serentak pada 27 November 2024 mendatang,” ujar Darma Djufri.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bogor Hasbullah, menyambut positif inisiatif KPU Kota Bogor dalam melibatkan tokoh agama untuk mendorong partisipasi pemilih.
Hasbullah menilai, tokoh agama memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pesta demokrasi.
Baca Juga : Debat Kedua Kandidat Pilbup Bogor akan Digelar 19 November 2024, KPU: di Studio TV Jakarta
“Saya mengapresiasi langkah KPU Kota Bogor yang melibatkan FKUB dan tokoh agama se-Kota Bogor. Tokoh agama memiliki peran kunci dalam meningkatkan partisipasi publik di TPS pada pemilihan mendatang," ujarnya.
"Selain itu, penting bagi para tokoh agama untuk meminimalisir potensi konflik baik saat kampanye, pemungutan suara, maupun pengumuman hasil pemilihan,” imbuhnya.
Dalam sosialisasi tersebut, KPU Kota Bogor memaparkan materi terkait teknik sosialisasi pemilu, tahapan pemilu, serta pentingnya pemahaman masyarakat tentang hasil pemilihan.
Baca Juga : Seorang IRT Di Bandung ditangkap Polisi dengan Kasus Berat, Terancam Hukuman Belasan Tahun Penjara
FKUB turut mengingatkan seluruh tokoh agama agar mendorong masyarakat menjaga kerukunan dan mengatasi perbedaan dengan bijak, khususnya saat pilkada dengan hasil suara yang ketat.
“Jika selisih suara tipis, potensi konflik pun bisa meningkat. Oleh karena itu, kami mengimbau tokoh agama untuk membantu menjaga kerukunan di Kota Bogor, serta mengajak masyarakat agar tetap bersatu dalam menyikapi perbedaan,” lanjut Hasbullah.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan partisipasi masyarakat Kota Bogor dalam pemilu mendatang dapat meningkat dan berlangsung dengan aman serta kondusif.
(Febrian Batara Aditya Rahman)