JAKARTA, CEKLISSATU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, program Sekolah Maung atau Manusia Unggul tidak akan mengubah nama sekolah-sekolah negeri di Jawa Barat.
SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, hingga sekolah unggulan lainnya tetap menggunakan nama lama dan hanya berstatus sebagai penyelenggara program pendidikan unggulan Sekolah Maung tersebut.
Dikutip dari Instagram @dedimulyadi17, Minggu (17/5/2026), ia menjelaskan, bahwa Maung itu hanyalah istilah belaka.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Kota Bogor Lakukan Sidak ke SMAN 1, ini Tujuannya.
“Jadi sekolahnya tetap SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, itu, dan nanti di tempat lain mungkin kan ada SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, SMA Negeri 1 Indramayu. Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu,” kata Dedi Mulyadi.
Dia juga menjelaskan, Maung merupakan akronim dari Manusia Unggul, sebagai pengganti kalimat favorit yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik maupun jalur non-akademik.
Untuk diketahui, Dedi Mulyadi tengah menggagas program Sekolah Maung atau Manusia Unggul, yang dirancang secara khusus untuk menampung siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Rencananya, Sekolah Maung akan melibatkan puluhan sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jabar yang dijadwalkan mulai diresmikan pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Sekolah Maung dirancang sebagai lembaga pendidikan dengan jurusan-jurusan strategis yang dibutuhkan di masa depan.
Dedi Mulyadi menyebutkan, setidaknya akan ada enam jurusan yang disiapkan, yakni teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan.
Baca Juga: Hadir Dalam Diskusi Kecagarbudayaan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik
“Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan,” jelasnya.
Terkait pembiayaan, ia berharap pembangunan Sekolah Maung dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
Meski begitu, ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran dan siap mengeksekusi pembangunan sekolah tersebut.
Selain pembangunan sekolah, juga direncanakan peningkatan fasilitas pendukung di sekitar lingkungan sekolah, meliputi pembangunan trotoar, taman, halte, hingga penerangan jalan di ruas jalan provinsi yang berada di depan sekolah-sekolah.