BOGOR, CEKLISSATU - Universitas Djuanda (UNIDA) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin, 7 September 2026.

 Mengusung tema “Embracing the World, Attaining the Hereafter”, kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mempersiapkan diri menjalani kehidupan perguruan tinggi.


Pembukaan PKKMB berlangsung di lapangan Bina Tauhid UNIDA dan diisi dengan berbagai pembekalan bagi mahasiswa baru. Selain mengenalkan kehidupan akademik dan lingkungan kampus, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai karakter, membangun kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, serta mendorong mahasiswa agar aktif mengembangkan potensi diri.

Rilis Berita Utama - UNIDA Bekali Mahasiswa Baru 1.webp


Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UNIDA. Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Djuanda. Hari ini menjadi awal perjalanan baru kalian sebagai mahasiswa. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat,” ujarnya.


Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. Ia menekankan bahwa peralihan dari siswa menjadi mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki target, motivasi, serta kemampuan mengelola diri untuk mencapai tujuan akademik dan masa depan.


Lebih jauh, Dr. Lukman, S.T., M.Hum berpesan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perlu disikapi secara bijak. Teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan, bukan sebagai pengganti kapasitas manusia. Untuk itu, mahasiswa perlu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab.


“Teknologi bukan untuk menggantikan kalian. Teknologi harus kalian berdayakan untuk meningkatkan kemampuan kalian,” tegasnya.
Dr. Lukman, S.T., M.Hum juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan pengalaman di luar ruang kelas melalui organisasi, seminar, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan lain yang dapat memperluas keterampilan dan jejaring.

Rilis Berita Utama - UNIDA Bekali Mahasiswa Baru 2.webp


“Mahasiswa unggul adalah mahasiswa yang berdampak dan memiliki relasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Dewan Pengawas Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H mengingatkan mahasiswa agar memaknai pendidikan tinggi lebih dari sekadar upaya memperoleh gelar. Menurutnya, proses pendidikan perlu menjadi ruang untuk membangun ilmu, akhlak, adab, serta kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.


Ia juga mendorong mahasiswa menguasai berbagai kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti coding, public speaking, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan keterampilan profesional lainnya. Kompetensi tersebut, lanjutnya, perlu berjalan seiring dengan pengamalan 21 Karakter Tauhid UNIDA.


“UNIDA memiliki 21 Karakter Tauhid. Kalian akan dipersiapkan menjadi mahasiswa yang memiliki adab dan akhlak, sehingga nantinya mampu menjadi calon pemimpin bangsa,” tambahnya.


Penguatan karakter dan arah perjalanan mahasiswa di UNIDA kemudian diperkenalkan melalui Djuanda Muda Strategic Blueprint yang disampaikan Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H. Blueprint tersebut menggambarkan perjalanan mahasiswa sebagai Djuanda Muda melalui empat tahapan, yakni Kuliah Gembira, Masa Depan Sejahtera, Hari Tua Bahagia, dan Pulang Masuk Surga.


Keempat tahapan tersebut merefleksikan perjalanan mahasiswa sejak menjalani proses perkuliahan, mempersiapkan masa depan, membangun kehidupan yang sejahtera dan bahagia, hingga memiliki orientasi kehidupan akhirat.


Dalam perjalanan tersebut, 21 Nilai Karakter Tauhid menjadi salah satu fondasi utama pembentukan mahasiswa. Nilai tersebut terbagi dalam empat dimensi, yaitu Local Wisdom, National Wisdom, International Wisdom, dan Spiritual Wisdom, yang bermuara pada Akhlaqul Karimah.


Nilai Local Wisdom mencakup Cageur, Bageur, Pinter, Bener, dan Singer. National Wisdom meliputi Nasionalitas, Integritas, Loyalitas, Respeksitas, dan Kapasitas. Sementara International Wisdom terdiri atas Awareness, Accountability, Participatory, Creativity, dan Adversity. Adapun Spiritual Wisdom mencakup Shidiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, dan Istiqamah.


Selain membangun karakter, UNIDA juga menyiapkan ekosistem kampus yang mendukung perkembangan mahasiswa melalui Powerful Networking, Service Excellence, dan Ruang Aman Konseling. Ketiganya diarahkan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam membangun jejaring, memperoleh pelayanan akademik dan fasilitas yang mendukung proses belajar, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan kampus.


“Semangat Embracing the World, Attaining the Hereafter menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk berkembang, berprestasi, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ketauhidan. Perjalanan tersebut dirangkum dalam pesan yang menjadi semangat Djuanda Muda, kuliah gembira, masa depan sejahtera, hari tua bahagia, pulang masuk surga,” tegas Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.