BOGOR, CEKLISSATU— Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (5/11/2026) di ruang kelas FISIP UNIDA. Mengusung tema “Pemetaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Dari Memahami Komunitas hingga Merancang Program Community Development”, kegiatan ini menghadirkan Rizal Razak, S.P., M.Ling., Direktur Utama Lafirza Econex Konsultan, untuk memberikan pemahaman praktis mengenai proses pemetaan sosial dan perancangan program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNIDA, Dr. Saprudin, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menghubungkan pembelajaran teori di bangku perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, keterkaitan antara keduanya menjadi dasar pemahaman mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ketika terjun ke masyarakat.
“Bagaimana link and match antara teori dengan lapangan akan menjadi dasar pemahaman yang nantinya dapat diaplikasikan oleh mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya.
Dalam paparannya, Direktur Utama Lafirza Econex Konsultan, Rizal Razak S.P., M.Ling., menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi yang partisipatif. Ia menjelaskan bahwa komunikasi bukan sekadar proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain, melainkan pertukaran yang memungkinkan masyarakat dan pendamping saling memberikan respons.
“Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang partisipatif. Dalam pemberdayaan masyarakat, komunikasi bukan hanya tentang menyampaikan sesuatu kepada masyarakat, tetapi juga membangun pertukaran informasi dan gagasan. Harus ada keterlibatan serta umpan balik dari kedua belah pihak,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya pendekatan antropologi dalam melakukan pemetaan sosial. Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali karakteristik audiens, kondisi lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat sebelum menentukan bentuk kegiatan pemberdayaan. Pemetaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan analisis untuk menghasilkan program yang dikomunikasikan kembali kepada masyarakat. Tahapan ini diperlukan agar rencana yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meminimalkan potensi konflik, serta dapat dievaluasi setelah pelaksanaannya.
Salah satu mahasiswa Sains Komunikasi FISIP Unida, Nina Rosiana, menilai kegiatan Praktisi Mengajar tersebut memberikan wawasan baru mengenai proses pemberdayaan masyarakat sekaligus bekal untuk menghadapi dunia profesional. Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa selama kegiatan berlangsung karena memberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini menurut saya sangat memberikan insight baru mengenai bagaimana cara melakukan pemberdayaan di masyarakat dengan baik dan benar, serta memberikan tips and trick bagaimana kita bisa survive, baik selama masa perkuliahan maupun ketika memasuki jenjang karier,” ujarnya.
Kegiatan Praktisi Mengajar ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh Ketua Program Studi Sains Komunikasi, Robby Firliandoko, S.I.Kom., M.Si., dengan pihak PT. Lafirza Econex Konsultan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep pemetaan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam merancang program komunikasi yang partisipatif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.