JAKARTA, CEKLISSATU - Penulisan buku oleh dosen merupakan salah satu kontribusi penting dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Buku referensi dengan kum 40 dan buku ajar dengan kum 20 tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
“Buku yang ditulis dosen tentunya menjadi pegangan yang sangat berharga bagi mahasiswa saat diajar di kelas. Bayangkan, mahasiswa menggunakan karya kita sebagai acuan utama dalam memahami materi,” ungkap Yoana Nurul Asri, S.Si., M.Pd., Sekretaris Jenderal DPP Forum Komunikasi Dosen (FKD), dalam keterangannya baru-baru ini.
Menurut Yoana, penulisan buku tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian ilmu, tetapi juga merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Baca Juga : Deteksi Dini, Disnakertrans Kutim dan BPJS Ketenagakerjaan Berkolaborasi
FKD telah menjadi pelopor dalam mendorong kolaborasi antar dosen dari berbagai provinsi untuk menghasilkan karya tulis akademik. Kolaborasi ini memungkinkan para dosen menyatukan wawasan dan pengalaman mereka, sehingga menghasilkan buku yang lebih komprehensif dan relevan. Sejak 2022, FKD berhasil mendukung penerbitan lebih dari 500 buku referensi, buku ajar, dan book chapter yang ditulis oleh dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Kolaborasi ini sangat penting, karena selain memperkaya isi buku, kita juga memperluas jaringan akademik dan pengaruh karya kita di seluruh Indonesia,” tambah Yoana.
Menurutnya, melalui kolaborasi, dosen-dosen dapat saling belajar dan berbagi pengalaman, sehingga menghasilkan karya berkualitas yang tidak hanya mendukung pembelajaran mahasiswa tetapi juga memperkaya literatur akademik nasional.
Penulisan buku juga memberikan manfaat langsung bagi karier akademik para dosen. Karya yang dipublikasikan dapat meningkatkan skor SINTA (Science and Technology Index), yang berkontribusi pada kenaikan jabatan fungsional dosen. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi para dosen untuk aktif menulis dan berkolaborasi dalam penerbitan buku.
“Memikirkan bahwa karya kita digunakan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Itu berarti karya kita punya dampak yang besar dalam dunia pendidikan,” kata Yoana.
Melalui FKD, para dosen di Indonesia diharapkan terus aktif dalam penulisan buku, baik secara individu maupun kolaboratif. Langkah ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetapi juga mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi generasi mendatang.
(Febrian Batara Aditya Rahman)