BOGOR, CEKLISSATU - Upaya menekan angka putus sekolah di Kota Bogor terus digencarkan. Kecamatan Bogor Timur kini bergerak cepat melalui program “Gebyar PKBM” yang menyasar ratusan warga usia sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan.

Camat Bogor Timur, Uay Sutiawan mengungkapkan, berdasarkan data Pemerintah Kota Bogor, masih terdapat sekitar 10 ribu anak putus sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 6 ribu lebih sudah diverifikasi, termasuk 629 warga di wilayah Bogor Timur.

“Setelah ada arahan Pak Wali dan Pak Wakil terkait persoalan anak putus sekolah, kami langsung bergerak. Di Bogor Timur sendiri ada sekitar 629 warga yang terdata putus sekolah,” ujar Uay.

Baca Juga: Disdik Kota Bogor Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, Mayoritas Terjadi Saat Transisi SMP ke SMA

Gerakan ini semakin diperkuat setelah adanya kunjungan istri wali kota dalam program Posyandu 6 SPM yang salah satunya menyoroti bidang pendidikan. Dalam kunjungan tersebut ditemukan warga usia sekolah yang ingin kembali belajar dan diarahkan untuk mengikuti pendidikan melalui PKBM.

Berangkat dari kondisi itu, Kecamatan Bogor Timur bersama para lurah, PKBM, RT/RW hingga kader Posyandu langsung menyusun langkah jemput bola. Menariknya, program ini berjalan sepenuhnya secara swadaya tanpa dukungan anggaran pemerintah.

“Tidak ada anggaran Rp1 pun dari negara. Semua swadaya agar program ini tetap berjalan,” katanya.

Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 pun dimanfaatkan sebagai gerakan bersama membuka pendaftaran warga putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan melalui PKBM. Targetnya, sebanyak 544 warga dapat kembali terdaftar dan aktif belajar.

Program tersebut mendapat dukungan dari sejumlah BUMD di Kota Bogor seperti Bank BJB, Bank Kota Bogor, PD Pasar hingga PDAM yang turut membantu menarik minat masyarakat untuk kembali sekolah.

Pendaftaran dibuka selama tiga hari dengan sistem langsung di lokasi atau on the spot. Selain itu, tujuh PKBM di Bogor Timur juga akan turun langsung ke wilayah-wilayah untuk menjemput calon peserta didik.

“Kita sudah menggerakkan RT/RW dan kader Posyandu untuk membantu sosialisasi dan jemput bola kepada warga,” jelasnya.

Semangat kembali belajar terlihat dari antusiasme warga yang datang mendaftar. Dua peserta Paket B, Muhammad Fathurrahman Alamsyah dan Muhammad Ardi, mengaku ingin melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti saat SMP.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Buka Suara soal 10 Ribu Anak Putus Sekolah, PKBM Jadi Harapan

“Kami mau lanjut sekolah lagi,” ujar keduanya kompak.

Fathurrahman mengaku sempat putus sekolah karena jarak sekolah yang terlalu jauh. Informasi mengenai PKBM sendiri didapatkan dari RT yang datang langsung melakukan sosialisasi ke rumah warga.

Meski sempat lama berhenti sekolah, keduanya kini optimistis bisa kembali mengejar pendidikan melalui program Paket B di PKBM Bogor Timur.