BOGOR, CEKLISSATU.COM - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University diadakan di Desa Mekarjaya, Kabupaten Sukabumi, sejak 27 Juni hingga 7 Desember 2025.
Dosen Pulang Kampung IPB University itu menghadirkan inovasi teknologi Padi Salibu (Salinan Benih Ibu) sebagai solusi peningkatan hasil panen dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan pengabdian dengan tema "Pelatihan dan Pembinaan Budidaya Teknologi Padi Salibu: Program Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat" itu merupakan wujud kontribusi nyata akademisi dalam mengatasi tantangan masyarakat, khususnya keberhasilan panen padi di desa tersebut.
Baca Juga: Dr Alim Setiawan Slamet Dilantik sebagai Rektor IPB University 2025–2028
Ketua tim Dosen Pulang Kampung IPB University, Asep Nurhalim menyoroti betapa luhurnya profesi petani, dan menegaskan bahwa bertani adalah pekerjaan yang sarat akan nilai ibadah dan ekonomi Islam.
“Bertani bukan sekadar mencari penghidupan, tetapi mengikuti sunnah Nabi Muhammad untuk mengolah tanah, bernilai sedekah, dan menjadikan kita lebih dekat pada sikap tawakal,” ucap dosen dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University itu.
Kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB University itu juga memperkenalkan teknologi Padi SALIBU atau Salinan Benih Ibu.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Serumpun, Bogor dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan
Metode tersebut merupakan budidaya yang memanfaatkan batang bawah padi sisa panen sebagai penghasil tunas/anakan baru.
Anggota tim Dosen Pulang Kampung, Resfa Fitri Resfa menjelaskan, bahwa padi Salibu menawarkan keunggulan yang signifikan dibandingkan metode tanam pindah tradisional.
“Petani dapat memanen 7 hingga 10 hari lebih awal. Potensi hasilnya juga meningkat drastis, mencapai 100-115% dari hasil tanam pindah biasa,” jelas dia.
Baca Juga: Hidupkan Lahan Tidur, Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Libatkan Petani Tanaman Buah dan Hias
Selain itu, system ini tidak memerlukan pengolahan tanah (dibajak) dan persemaian. Padi Salibu juga hemat air, benih, dan biaya sehingga menjadi lebih efisien.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Para peserta aktif dalam kegiatan post-test dan tanya jawab tentang mekanisme pembudidayaan Padi Salibu, termasuk jenis padi yang digunakan, serta manfaat.
“Pelatihan ini sangat menjadi ilmu baru bagi kami petani. Harapannya, Salibu ini dapat diterapkan dan memperoleh hasil panen yang lebih baik dan lebih cepat,” ujar salah seorang Masyarakat saat penyampaian kesan pesan.
Baca Juga: Panen Perdana Pisang Barangan Jumbo Merah di Bogor, Wali Kota Dedie Dorong Optimalisasi Lahan Tidur
Program Dosen Pulang Kampung ini terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, mencakup pelatihan mendalam dan praktik langsung penanaman Padi Salibu di lahan pertanian desa.
“Diharapkan, inovasi ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Desa Mekarjaya,” tutup dia.