BOGOR, CEKLISSATU.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor untuk meninjau langsung progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, AHY menyampaikan bahwa rehabilitasi dan renovasi MTsN Kota Bogor yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Agama telah mencapai sekitar 95 persen.
Menurut AHY, pekerjaan renovasi MTsN tersebut akan segera rampung dan menjadi bagian dari program nasional peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan madrasah.
"Jadi, sebentar lagi tuntas. Dan ini satu dari sekian banyak Madrasah Tsanawiyah yang juga direnovasi," katanya.
AHY menjelaskan, program rehabilitasi dan renovasi madrasah merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 yang bertujuan memperkuat infrastruktur pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Ia menyebutkan, terdapat 1.397 madrasah di seluruh Indonesia yang menjadi sasaran program tersebut dengan total anggaran sekitar Rp4 triliun.
"Tahap pertama mencakup 548 madrasah dengan skema single year contract pada tahun 2025 dan menelan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Kemudian tahap kedua terdiri atas 13 madrasah di Kalimantan Barat dengan anggaran sekitar Rp60 miliar, serta 836 madrasah yang menggunakan skema multi-year contract 2025–2026 dengan progres rata-rata saat ini mencapai 62 persen," jelasnya.
Program tersebut, lanjut AHY, juga merupakan respons pemerintah terhadap insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September tahun lalu yang mengakibatkan korban jiwa.
"Kita berharap bangunan-bangunan fasilitas pendidikan, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Agama, dapat menjadi lebih aman, kokoh, dan nyaman digunakan," ujarnya.
Baca Juga: Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemenag Siap Cairkan Dana BOS dan BOP Rp4,01 Triliun untuk Madrasah
AHY menegaskan, bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa, semakin cerdas melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Oleh karena itu, salah satu prioritasnya adalah membangun dan memperbaiki infrastruktur sekolah agar aman, kokoh, dan nyaman digunakan dalam proses belajar mengajar," katanya.
Selain ruang kelas dan laboratorium, AHY juga menyoroti pentingnya fasilitas sanitasi di lingkungan sekolah.
"Yang tidak boleh dilupakan dan sering tertinggal justru adalah toilet dan kamar mandi. Kita masih menemukan sekolah yang belum memiliki toilet yang layak dan bersih, padahal itu merupakan kebutuhan dasar. Karena itu sanitasi, air bersih, dan fasilitas pendukung lainnya harus menjadi perhatian," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai program revitalisasi 60.000 sekolah yang dilaporkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti kepada Presiden Prabowo Subianto, AHY mengatakan pemerintah akan memprioritaskan daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta kawasan perbatasan.
"Kita ingin memprioritaskan daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat. Biasanya kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah 3T dan perbatasan memang memerlukan penanganan lebih dahulu," ujarnya.
Menurutnya, aspek keselamatan bangunan menjadi prioritas utama sebelum pengembangan fasilitas lainnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tahap II Dikebut, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Masyarakat Miskin
"Yang paling penting adalah memastikan bangunannya kuat dan aman. Setelah itu, fasilitas pendukung seperti ruang kelas, laboratorium, sanitasi, dan akses air bersih juga harus dipenuhi agar kualitas pendidikan dapat meningkat secara menyeluruh," katanya.