NAGOYA, CEKLISSATU - Tim sepak takraw putra Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Jepang pada babak final nomor men’s quadrant Asian Games 2026 yang berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang, Sabtu (3/10).
Laga puncak tersebut berjalan ketat sejak set pertama. Tim Merah Putih sempat menempel perolehan angka tuan rumah, namun harus menyerah dengan skor 15-17.
Memasuki set kedua, Indonesia bangkit dan tampil menekan untuk mengejar ketertinggalan. Strategi tersebut membuahkan hasil manis setelah Indonesia mengamankan set kedua dengan keunggulan 15-9 sekaligus menyamakan kedudukan.
Pertarungan sengit kembali tersaji pada set penentu. Kedua tim saling berbalas poin hingga situasi krusial, sebelum akhirnya Jepang menyegel medali emas usai mengunci set ketiga dengan skor tipis 15-13.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut, mengapresiasi kerja keras dan perjuangan para atlet di lapangan.
Diharap, pencapaian ini menjadi evaluasi berharga agar para pemain dapat tampil lebih baik lagi pada kejuraan yang akan datang.
“Selamat, terima kasih perjuangannya. Semoga bisa lebih sukses di kejuaraan berikutnya,” ujar Wamenpora Taufik.
Sementara, Pelatih tim sepak takraw putra Abdul Gani, mengaku para pemainnya sudah maksimal berjuang di partai puncak, kendati meraih perak.
“Pertama kita hilang poin, tapi kedua berhasil bangkit di penentuan memang kita sedikit terpleset dan meraih perak. Kita apresiasi atas perjuangan atlet meski kita persiapannya hanya dua bulan,” pungkasnya.