JAKARTA, CEKLISSATU  -- SARGA LAND (PT Arena Pacu Nusantara), yang merupakan bagian dari SARGA GROUP, pelopor ekosistem olah raga pacuan kuda terlengkap dan terintegrasi di Indonesia, siap membangun kompleks pacuan kuda berkelas dunia pertama di Indonesia.  

Kompleks pacuan kuda seluas kurang lebih 9,2 hektar ini akan dibangun di Jakarta International Equestrian Park Pulomas  atau JIEPP yang dikelola oleh PT Pulo Mas Jaya (PMJ).

Kesiapan ini dituangkan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan, Pembangunan dan Pengelolaan Fasilitas Olahraga Berkuda Pacu di JIEPP oleh CEO & Co-Founder SARGA LAND Aseanto Oudang dengan Direktur Utama PMJ Robby Ferliansyah pada hari ini di Jakarta.
.
CEO & Co-Founder SARGA LAND Aseanto Oudang mengatakan, “Penandatanganan PKS hari ini  akan menjadi langkah konkrit dalam mewujudkan misi SARGA LAND yaitu membangun, mengelola, dan mengoperasikan berbagai arena pacuan kuda serta fasilitas berkuda di Indonesia, sebagai upaya untuk membangkitkan olah raga pacuan kuda di Indonesia.”

Selama ini SARGA GROUP telah dikenal melalui salah satu anak usahanya SARGA.CO yang merupakan promotor event olahraga berkuda di Indonesia. Tidak saja berkomitmen untuk terus mempromosikan olah raga pacuan kuda melalui penyelenggaraan event yang profesional dan prestise melalui SARGA.CO, SARGA GROUP juga berkomitmen untuk menghidupkan olah raga ini melalui pembangunan infrastruktur pacuan kuda yang modern dan terintegrasi, bertaraf internasional melalui SARGA LAND.  

“Dengan menggabungkan warisan berkuda Indonesia yang kaya tradisi dengan infrastruktur modern bertaraf dunia, SARGA GROUP tidak hanya menghidupkan kembali olahraga pacuan kuda, menjadikannya lebih populer, dan mudah diakses, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan dan tujuan pembangunan olahraga nasional secara lebih luas,” tambah Aseanto.

Kompleks fasilitas olah raga berkuda pacu yang dibangun oleh SARGA LAND di JIEPP ini, akan mencakup fasilitas utama lintasan pacu sepanjang 1.600 meter, kandang kuda permanen dua lantai (two-storey on-course stables) sejumlah 190 kandang, kandang karantina, paddock, changing room, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya seperti kolam kuda (equine pools), horsewalkers, sandrolls dan ruang bilas kuda (washdown bays).  

Tersedia juga area UMKM yang siap untuk dimanfaatkan dalam mendukung penyelenggaraan event olah raga berkuda.

Aseanto juga menjelaskan bahwa kompleks olah raga ini akan menjadi prototype SARGA LAND dalam membangun fasilitas pacuan kuda yang modern dan bertaraf internasional.

“Dengan investasi lebih dari Rp100 Miliar serta melibatkan profesional dunia dalam merancang dan membangun fasilitas ini, kami optimis kompleks ini akan menjadi sebuah destinasi kelas dunia yang tidak saja menghidupkan kembali olahraga pacuan kuda di Indonesia tapi juga memberi kontribusi bagi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sekitar,” paparnya.

Sebagai governing body olah raga berkuda di Indonesia, PORDASI menyambut gembira kolaborasi SARGA LAND dengan PMJ.  Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo mengatakan, “Pembangunan kompleks ini akan mewujudkan cita-cita seluruh komunitas pacu kuda di Indonesia untuk kembali berlaga di Pulomas, Jakarta.  PP PORDASI juga berkomitmen untuk ikut serta mendukung arena ini menjadi sport destination center terintegrasi bagi olah raga berkuda di Indonesia.”

SARGA LAND dan PP PORDASI juga menargetkan bahwa kompleks ini dapat menyelenggarakan kejuaraan pacuan kuda pertama di akhir kuartal pertama 2026.

 

Fasilitas olahraga berkuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas ( JIEPP ) memasuki babak baru. PT Pulo Mas Jaya resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Arena Pacu Nusantara pada Rabu 23 April 2025, yang mencakup pemanfaatan, pembangunan, dan pengelolaan fasilitas pacuan kuda di kawasan tersebut.

Penandatanganan perjanjian berlangsung di kawasan JIEPP dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Lurah Kayu Putih, Komandan Rayon Militer, Ketua Umum Pengurus Pusat PORDASI Aryo Djojohadikusumo , serta perwakilan dari PT Jakarta Propertindo dan Yayasan Pulo Mas sebagai pemegang saham PT Pulo Mas Jaya .

Dalam berbagai acaranya, Aryo Djojohadikusumo menyampaikan antusiasme besar komunitas kuda nasional pacu terhadap kehadiran kembali lintasan pacu di Pulomas. “Minat terhadap kuda pacu di Indonesia sangat tinggi, terutama di daerah. Aspirasi ini kami tampung, dan kini kami wujudkan kembali,” ungkap Aryo.

Ia menambahkan, kebangkitan pacuan kuda di Pulomas juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mengembangkan olahraga berkuda. “Namun sebagai cabang olahraga, PORDASI fokus pada pelatihan dan pengembangan ekosistem pendukungnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Pulo Mas Jaya , Robby Ferliansyah , menjelaskan bahwa upaya revitalisasi JIEPP telah dimulai sejak tahun 2023. Setelah melalui proses seleksi mitra strategi yang ketat, PT Arena Pacu Nusantara dipilih untuk mengembangkan JIEPP sebagai satu-satunya pusat olahraga balap terintegrasi di Indonesia.

JIEPP tidak hanya akan menjadi arena Equestrian, tapi juga pusat pelatihan dan kompetisi untuk semua disiplin olahraga berkuda—dari pacu, equestrian, berkuda memanah, hingga Polo—dengan standar internasional,” kata Robby.

Menanggapi kekhawatiran soal fasilitas untuk kuda Equestrian dan kuda Pacu, Robby menegaskan bahwa hal tersebut tidak perlu dipersoalkan. “Di banyak negara, termasuk kawasan Timur Tengah, dua disiplin ini bisa berjalan berdampingan. Kuncinya ada pada manajemen tata kelola,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kiprah Jakarta dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), di mana DKI Jakarta menjadi kejuaraan umum untuk cabang balap pacu dan equestrian. Disiplin balap memanah pun diadakan resmi dipertandingkan pada PON mendatang setelah sebelumnya hadir sebagai ekshibisi.

Tak hanya itu, JIEPP dirancang pula sebagai karantina untuk kuda impor, termasuk kuda milik Detasemen Kavaleri Berkuda yang kerap tampil dalam prosesi kenegaraan.

Direktur Utama PT Arena Pacu Nusantara , Aseanto , menyatakan komitmennya dalam membangun fasilitas pacuan kuda berstandar internasional. “Kami ingin menjadikan olahraga berkuda lebih dikenal luas, bukan hanya sebagai cabang prestasi, tetapi juga bagian dari budaya dan nilai spiritual,” katanya.

Dengan lokasi strategi yang berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Jakarta, JIEPP diharapkan mudah menjangkau masyarakat. Dikelilingi oleh berbagai moda transportasi seperti TransJakarta, LRT, rencana MRT, hingga sistem JakLingko, fasilitas ini siap menjadi ikon olahraga berkuda nasional.

PT Pulo Mas Jaya optimistis kerja sama ini akan menjadi langkah penting dalam memajukan olahraga berkuda di Indonesia sekaligus mengukuhkan Jakarta sebagai pusat olahraga modern dan terintegrasi.