NAGOYA, CEKLISSATU - Kontingen Indonesia semakin mendekati target medali di Asian Para Games 2026, setelah pada hari Selasa (20/10/2026) ini, menambah 15 medali. Secara keseluruhan, Indonesia sudah mengumpulkan 4 medali emas, 4 perak dan 17 perunggu.

Atlet-atlet Indonesia tampil garang pada hari kedua perebutan medali. Cabang olahraga (cabor) para atletik memecahkan medali emas setelah atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, memperoleh medali emas dari nomor lempar cakram F57. 

Pemuda 18 tahun ini mengunci medali tersebut dengan cara yang tak biasa-biasa saja. Ia memecahkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 49,75 meter, unggul 1,07 meter dari rekor lama yang dia catatkan sendiri di Meksiko pada 22 Juli 2026 lalu.

Meraih medali emas dengan memecahkan rekor juga dibuat atlet para renang Indonesia, Maulana Rifky Yavianda. Atlet asal Kabupaten Magetan ini memecahkan rekor Asia dengan catatan waktu 1 menit 03,07 detik di nomor gaya punggung 100 meter klasifikasi S12.

Muhammad Fadli Imammuddin yang meraih medali emas dari nomor Individual Pursuit (IP) 4000 meter klasifikasi C4 juga memecahkan rekor Asian Para Games. Fadli menyentuh garis finish dengan catatan waktu 4 menit 50,169 detik, unggul 1,863 detik dari rekor lama atas nama Wang Xian dari China.

Selain tiga emas dari Fadli, Kadek Dwi dan Rifky, Indonesia juga mendapatkan tambahan tiga medali perak dari cabor para atletik, yakni Muhammad Ridho Alfares Putra, Marcelino Michael dan Lia Priyanti.

Kemudian, tambahan 9 medali perunggu membuat Indonesia sudah memenuhi target 17 perunggu yang ditetapkan sejak awal keberangkatan. Medali itu berasal dari para atletik atas nama Alfin Nomleni, Helin Wardina dan Nanda Mei Sholihah.

Lalu ada tiga atlet para tenis meja, Hamidah, Komet Akbar dan Barce Layaba. Dua atlet para angkat berat, Margono dan Shebrioni, serta atlet para judo, Fajar Pambudi.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan tambahan 14 medali ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Ia mengapresiasi mentalitas para atlet ketika menghadapi persaingan ketat dengan wakil negara-negara lain.

Jadi, kalau kita flashback tentang target kita, target dari tim Indonesia, yaitu tujuh medali emas, delapan medali perak, 17 medali perunggu. Untuk perunggu malam ini juga mencapai 17 medali perunggu.

Nah, kita tinggal mendapatkan tiga medali emas dan empat medali perak lagi untuk mencapai target, kata Reda Manthovani saat berada di Headquarter Indonesia, Selasa (20/10/2026) malam. 

Indonesia masih berpeluang besar mendapatkan medali emas dari beberapa nomor yang masuk tahap final, seperti para renang, para atletik, para balap sepeda, para panahan, para bulu tangkis hingga boccia. 

“Mohon doanya restunya aja dari para warga bangsa Indonesia, baik yang ada di Jepang ini maupun yang ada di Tanah Air, untuk selalu mendoakan, memberikan restu agar selain target yang diinginkan tercapai, dapat melebihi dari targetnya,” tutur Reda.

Di tengah persaingan di klasemen medali yang semakin panas, Reda berpesan agar para atlet dapat bersiap lebih maksimal, terutama bagi mereka yang hari Rabu (21/10/2026), melakoni final partai.

“Untuk atlet-atlet yang besok akan bertanding di final, sekali lagi, tiduran yang cukup malam ini, dan kalau pertandingan besok jangan grogi ya. Walaupun di atas kertas, misalnya, kita mengandalkan, kita mendapat ranking yang bagus berdasarkan pra-kualifikasi, tapi seperti yang selalu saya katakan, bahwa juara tidak ditentukan dari catatan, ya kan? Juara ditentukan di medan pertandingan,” jelas Reda.

“Oleh karena itu, kesiapan atlet harus diutamakan, besok jangan grogi, tetap fokus pada pertandingan, bahwa kita akan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” imbuh Reda.

Perak untuk Slamet Widodo

Sementara itu, atlet para atletik Indonesia, Marcelino Michael, bersyukur bisa mendapatkan medali perak saat turun di nomor tolak peluru putra klasifikasi S12. Jangankan medali perak, Ia pun tak sempat membayangkan rasanya dikalungi medali perunggu.

“Pertandingan hari ini sangat luar biasa dan saya tidak menyangka akan mendapatkan medali perak. Sebelum berangkat, saya tidak memiliki target,” ucap Marcelino.

Personal best yang dia punya pun hanya 11,55 meter. Jauh dari lemparan yang dia catatkan saat tampil pada partai final di Stadion Paloma Mizuho sejauh 12,85 meter.

“Rasa bahagianya sudah tidak bisa diungkapkan lagi. Senang banget pokoknya,” tutur Marcelino.

Ia secara khusus mempersembahkan medali perak ini untuk Almarhum Slamet Widodo, pelatih para atletik yang berpulang pada 17 September 2026 lalu. Marcelino memiliki perjalanan yang mengesankan bersama Almarhum Slamet Widodo.

"Pak Slamet itu sosok yang memotivasi saya. Saya sudah bersama sejak tahun 2019. Kebetulan sebelum berangkat ini saya mendapatkan motivasi dari pak Slamet, namun beberapa saat kemudian tidak ada (meninggal dunia)," ungkap Marcelino.

Hingga pukul 22.00 WIB, Indonesia berada di sembilan klasemen sementara peraih medali Asian Para Games 2026 dengan posisi 4 emas, 4 perak, dan 17 perunggu. 

Sementara China semakin kokoh di puncak klasemen dengan 70 emas, 46 perak, dan 35 perunggu. Disusul Uzbekistan dengan 17 emas, 21 perak dan 18 perunggu serta tuan rumah Jepang dengan 16 emas, 20 perak dan 27 perunggu.
-AKHIR-