BANDUNG, CEKLISSATU-Manajemen Persib Bandung mengecam keras aksi penyerangan terhadap bus yang membawa pemain Persib EPA U-18, ofisial tim, serta orang tua pemain di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu malam.
Insiden tersebut mengakibatkan kaca bus pecah. Sejumlah barang milik pemain dan ofisial juga dilaporkan dijarah. Tak hanya menimbulkan kerugian materi, aksi penyerangan itu turut memicu ketakutan dan trauma, terutama bagi para pemain muda yang berada di dalam bus.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang memperlihatkan sejumlah orang melakukan penyerangan dan melempari bus. Situasi mencekam itu membuat para pemain, ofisial, serta orang tua yang mendampingi mereka merasa ketakutan.
Dampak insiden ini juga dirasakan oleh tim media Persib. Salah satu anggotanya dilaporkan mengalami luka serius yang disebut mengakibatkan patah tulang hidung.
Manajemen Persib menyayangkan keras kejadian tersebut. Terlebih, rombongan yang menjadi sasaran penyerangan membawa pemain usia muda yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan jaminan keselamatan selama menjalani aktivitas sepak bola.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengutuk keras aksi penyerangan dan penjarahan tersebut.
"Mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kejadian itu dan menangkap para pelaku," kata Adhitia di Graha Persib, Senin (12/10/2026).
Adhitia menegaskan, tindakan kekerasan terhadap rombongan tim tidak dapat dibenarkan, terlebih hingga menyebabkan kerusakan kendaraan, hilangnya barang-barang milik korban, dan cedera fisik.
“Keselamatan pemain, ofisial, dan seluruh rombongan harus menjadi perhatian utama. Kami mengecam keras tindakan penyerangan dan penjarahan ini serta berharap para pelaku segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,”katanya.
Sebagai tindak lanjut, manajemen Persib juga telah melayangkan surat kepada PSSI terkait insiden tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perhatian serius terhadap keamanan tim, khususnya dalam perjalanan dan kegiatan kompetisi kelompok usia.
Penyerangan tersebut menyisakan dampak psikologis bagi sejumlah pemain Persib EPA U-18. Para pemain dilaporkan mengalami trauma setelah bus yang mereka tumpangi menjadi sasaran pelemparan dan penyerangan.
"Anggota tim media Persib yang mengalami luka serius membutuhkan perhatian atas cedera yang dideritanya. Dugaan patah tulang hidung pada korban menjadi salah satu dampak fisik yang disoroti dalam insiden tersebut," katanya.
Manajemen Persib berharap aparat segera mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas.
"Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya jaminan keamanan bagi atlet, ofisial, dan seluruh rombongan tim, termasuk pemain usia muda. Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk berkompetisi secara sehat, bukan justru menjadi alasan terjadinya kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain."pungkasnya.