KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Menuju 100 hari kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang dipimpin Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade) akan terus fokus pada pelayanan dasar kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Jaro Ade usai mengikuti diskusi media yang digelar LS Vinus, Selasa (29/04/2025).
Jaro Ade menyebutkan, giat tersebut merupakan diskusi lanjutan. Ia menegaskan, dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor itu tidak ada yang namanya 100 hari kerja.
Hanya saja memang lanjut Jaro Ade, karena visi misi juga bagian dari yang tidak bisa dipisahkan dari para akademisi, pemikiran Bupati dan wakil bupati, sehingga masyarakat karena ini pemimpin yang berkelanjutan dari pemimpin-pemimpin sebelumnya ingin melihatnya di 100 hari.
"Pada intinya yang dilakukan 100 hari ini sedang dirancang. Ada yang sudah dilakukan, tapi tentu publikasinya nanti bersamaan dengan tayangnya 100 hari kerja, tidak jauh dari visi misi," terang Jaro Ade.
Baca Juga: Musrenbang Kabupaten Bogor, Wabup Jaro Ade: Isu Strategis Kebutuhan Masyarakat Harus Diprioritaskan
Terkait fokus dalam pelayanan dasar kepada masyarakat, Jaro Ade merinci di antaranya yaitu pemerintahan Rudy Susmanto-Jaro Ade terus fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, kemudian tata kelola pemerintahan, serta penguatan SDM.
"Bahkan bagaimana juga menekan angka pengangguran, menyiapkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK), persiapan juga untuk pelatihan-pelatihan. Termasuk juga dipersiapkan untuk bantuan UMKM," ucap Jaro Ade, kepada Ceklissatu.com.
Selain itu lanjut Jaro Ade, yang sekarang menjadi perhatian khusus Bupati Bogor dan mendapat dukungan dari semua pihak salah satunya adalah soal kebersihan.
Jaro Ade menegaskan, kebersihan ini dilakukan secara menyeluruh pasca dilantik ingin Kabupaten Bogor betul-betul bersih dari sampah.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Bogor Patut Diapresiasi atas Suksesnya Kirab Mahkota Binokasih
"Kami mengajak kepada semua pihak agar betul-betul bergotong royong mencintai Kabupaten Bogor dengan hati kita yang ikhlas. Agar kalau melihat sampah di depan kita jangan dibiarkan, tetapi langsung dipungut. Ini pembersihan," ujar Jaro Ade.
"Sehingga ke depan mana yang bisa diselesaikan di desa, di kecamatan, dan mana yang harus bisa diselesaikan di Kabupaten. Jadi kalau sudah bersih Insha Allah program-program yang lainnya juga akan menyesuaikan," beber Jaro Ade.
Terkait dengan Kuta Udaya Wangsa, Jaro Ade mengatakan, ingin jati diri Kabupaten Bogor itu muncul. Sehingga bagaimana perhatian Bupati terhadap situs-situs peninggalan sejarah, bagaimana tempat-tempat yang dulu bekas perjuangan para bupati sebelumnya, zaman revolusi, dan zaman kerajaan. Dan itu semua sudah dianggarkan.
"Ada juga yang dianggarkan melalui swakelola, partisipasi dari rekan-rekan tanpa APBD," ungkap Jaro Ade.
Ia menyontohkan, membangun Pendopo Jasinga, itu bukan dari APBD. Tetapi Bupati secara bersama-sama dengan semua, siapa yang ingin menyumbang, karena itu masuk dalam juga aspirasi yang disampaikan kepada bupati maupun juga gubernur.
"Termasuk infrastruktur nanti, juga jalan lingkar Leuwiliang menuju Atang Sendjaja (ATS). Saya sudah berkunjung," kata Jaro Ade.
Kemudian, menyangkut dengan kesalehan sosial, diawali dengan secepatnya Masjid Raya untuk dibangun. Ini merupakan bagian dari visi misi yang tidak bisa dipisahkan.
Termasuk bagaimana juga Bupati selalu mengingatkan ketika keliling di masyarakat catat pesantren-pesantren, sekolah, madrasah, dan lainnya yang rusak, agar mendapat perhatian khusus.
Baca Juga: Pemkab Bogor Lantik dan Ambil Sumpah Jabatan 3.676 CPNS dan PPPK Kabupaten Bogor Formasi Tahun 2024
"Itu implementasinya bagian dari kesalehan sosial, keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT sesuai dengan visi misi," pungkas Jaro Ade.
Untuk diketahui, selain Wabup Jaro Ade, hadir dalam diskusi tersebut Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi, Pemimpin Redaksi (Pimred) Tribunnews Bogor, Widi Henaldi, Pimred Inilah Koran, Zulfirman Tanjung, dan Pimred Radar Bogor Cetak, Ricki Noor Rachman.