BOGOR, CEKLISSATU.COM – Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan bangsa di tengah merebaknya gelombang demonstrasi di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Prof. Arif di Dies Natalis ke-62 di Auditorium AHN. Kampus IPB Dramaga, Senin (1/9/2025).
Ia menegaskan, aksi anarkis yang merusak fasilitas umum maupun menelan korban jiwa tidak boleh dibiarkan, sekaligus mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog damai dan sikap persuasif.
Diketahui, riak demonstrasi besar yang belakangan merebak di berbagai daerah, termasuk Bogor, bukan hanya menyisakan kerumunan massa di jalanan.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi nasional yang tengah berlangsung dengan diwarnai aksi kekerasan dan tindakan anarkis yang tidak saja menelan korban jiwa tetapi juga merusakkan sejumlah fasilitas umum dan lainnya di berbagai kota,” ujarnya.
Prof. Arif menambahkan, IPB University mendorong semua pihak, terutama aparat negara, untuk bertindak persuasif.
“Kami mengecam pihak-pihak yang melakukan anarkisme, serta menyerukan agar aparat negara senantiasa menjaga keamanam dan ketertiban dengan pendekatan humanis, persuasif, profesional, dan menghindari tindakan represif,” tegas dia.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan.
“Kami mengimbau seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kebersamaan, persaudaraan dan persatuan dalam menghadapi situasi nasional akhir-akhir ini, dengan harapan agar semua pihak berkomitmen menahan diri dan berupaya menciptakan suasana yang tenang, damai, dan kondusif,” kata Prof. Arif.
Tak hanya itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap provokasi dan berita palsu.
“Kami mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya warga IPB University agar waspada terhadap provokasi yang tidak bertanggumg jawab, dan tetap menjaga diri, mengendalikan emosi, serta menolak penyebaran hoaks yang dapat merusak nalar sehat dan keutuhan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Arif juga menyinggung soal peran penting pangan sebagai penentu stabilitas nasional.
Baca Juga: Pemuda ICMI Serukan Aspirasi Damai, Tolak Anarkisme, dan Desak Pertanggungjawaban Pemerintah
“Kami mengimbau pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk terus mengawal dan menjaga ketahanan pangan nasional, mengingat pangan merupakan faktor penting penentu stabilitas ekonomi dan politik baik jangka pendek maupun panjang,” paparnya.
Prof. Arif juga mengingatkan civitas akademika untuk tetap berkontribusi melalui riset, inovasi, dan pengabdisn masyarakat.
“Kami mengimbau warga IPB University tetap fokus dan bekerja keras dengan cerdas melalui pendidikan, riset, dan inovasi untuk mewujudkan ketahanan pangan serta kemajuan agromaritim Indonesia,” tutup Prof. Arif.