JAKARTA, CEKLISSATU -- Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono memimpin kegiatan bersih-bersih di Sungai Cipinang, Jakarta Timur, pada Jumat (1/11/2023).
Turunnya para pejabat Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ke sungai yang sudah berwarna hitam pekat ini menjadi upaya dalam penanganan masalah pencemaran air di Jakarta.
"Saya sangat prihatin. Kondisi Sungai Cipinang ini seolah mewakili kualitas air sungai di Jakarta. Indeks kualitas air kita sangat memprihatinkan. Sebagai pimpinan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup, saya merasa wajib memberi contoh," ujar Hanif Faisol.
Baca Juga : Atasi Food Waste, Menteri LH/BPLH Hanif Faisol akan Stop Rumah Makan dan Hotel Buang Sampahnya Ke TPA
Aksi bersih-bersih ini dilakukan bersama seluruh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Namun, Hanif mengakui bahwa ini hanyalah permulaan dari rangkaian upaya yang lebih besar dan berkelanjutan dalam menangani permasalahan lingkungan di Jakarta.
"Jakarta dengan populasi lebih dari 11,4 juta jiwa memiliki beban lingkungan yang cukup berat. Kita harus memperkuat ketahanan lingkungan Jakarta, terutama dalam hal kualitas air, kualitas udara, dan tutupan lahan," katanya.
Dari kegiatan bersih-bersih sungai ini, lanjut mantan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) ini puluhan karung sampah berhasil diangkat, hal itu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai masih kurang.
Baca Juga : Hanif Faisol Minta Laboratorium Kementerian LH/BPLH Harus Terintegrasi dan Tersebar
"Kami akan terus mendorong berbagai upaya, termasuk penegakan hukum untuk menindak pelanggaran lingkungan," tegasnya.
Hanif menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat regulasi dan melakukan penegakan hukum, termasuk penerapan denda bagi pelanggar.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga berencana untuk melibatkan masyarakat melalui program bank sampah dan bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk mengajak produsen bertanggung jawab atas kemasan dan sampah yang dihasilkan.
"Kami serius menjaga lingkungan Indonesia, dan akan memulai dari Jakarta," pungkasnya.