JAKARTA, CEKLISSATU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di sejumlah wilayah.
Sebanyak 18,4 ton garam telah disemai di wilayah Jawa Barat guna menghadapi cuaca ekstrem pada pergantian tahun 2023.
"Kami beroperasi dari Posko Halim Perdanakusuma dengan dukungan dua unit pesawat Cassa dari TNI AU Squadron 4 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang. Hari ini total sorties 23 kali dengan total bahan semai sekitar 18,4 ton," ujar Koordinator Laboratorium TMC BRIN Budi Harsoyo dalam konferensi pers, Jumat 30 Desember 2022.
BRIN juga telah melakukan enam aktivitas penyemaian garam yang diarahkan ke wilayah perairan Selat Sunda dan arah laut Jawa, DKI Jakarta.
"TMC yang diselenggarakan BRIN di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, sudah mereduksi curah hujan yang diramalkan dan berpotensi ekstrem. Kita rasakan sendiri bahwa hari ini tidak terjadi hujan," kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setiawan.
Baca Juga : BNBP: Kita Lakukan Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Badai
Menurutnya, untuk TMC Banten, Jateng, Jatim, dan Bali adalah proses final terkait dengan pelaksanaan penyelenggaraan teknologi modifikasi cuaca yang dibantu dengan pesawat TNI Angkatan Udara.
BNPB mengimbau kepada BPBD provinsi kabupaten dan kota, khususnya di Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali untuk siaga atas dampak kemungkinan bencana hidrometeorologi basah.
Sebab fenomena bencana hidrometeorologi ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir di Sulawesi Selatan, di mana terjadi bencana banjir yang cukup masif diakibatkan curah hujan yang tinggi, dengan beberapa titik longsor dan juga memakan korban jiwa meninggal dunia.
"BNPB akan memperkuat BPBD, baik provinsi kabupaten, serta kota dalam penanganan apabila itu terjadi," kata dia
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan terjadi perubahan sangat signifikan dari prediksi sebelumnya. Berdasarkan hasil pantauan terbaru, hujan lebat dan cuaca ekstrem masih akan mengguyur hingga Sabtu 31 Desember 2022 dan malam tahun baru Minggu 1 Januari 2023.
Adapun potensi hujan lebat hingga sangat lebat, bahkan dapat mencapai ekstrem di wilayah utara Banten, DKI Jakarta, utara Jawa Barat, dan utara Jawa Tengah.
"Jadi ini perubahan sangat signifikan yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa situasinya menjadi tidak sebaik yang diprediksi kemarin," ungkapnya.