BOGOR, CEKLISSATU – Ilham Permana anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Golongan Karya mendukung program makan siang bergizi gratis yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah positif dan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, kerakyatan, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” kata Ilham Permana.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang diadopsi dalam sistem pertahanan Indonesia. Sebagai purnawirawan militer dan mantan Menteri Pertahanan, Prabowo dinilai mampu menerapkan konsep tersebut secara lebih luas dan mendalam.
Baca Juga : Ketum IMI Bamsoet: Indonesia Siap Gelar Jakarta Formula E Tanggal 21 Juni 2025
“Biasanya konsep Sishankamrata terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi melalui program makan siang bergizi gratis ini, kesejahteraan sosial juga dimasukkan sebagai bagian dari pertahanan negara. Ini merupakan langkah luar biasa yang perlu diapresiasi bersama,” tegasnya.
Ilham juga menyoroti pentingnya kesehatan dan pendidikan sebagai dua pilar utama dalam membangun bangsa yang tangguh. Menurutnya, langkah Prabowo dan Gibran dalam memperhatikan gizi anak-anak menjadi upaya yang strategis untuk memperkuat kedua sektor tersebut.
“Kesejahteraan rakyat adalah bagian integral dari kekuatan bangsa. Kami di DPR RI mendukung penuh program makan siang gratis ini. Kami juga akan menjalankan fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi agar program tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Program makan siang bergizi gratis yang diluncurkan oleh Prabowo dan Gibran menjadi perhatian publik sebagai inisiatif yang tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi tantangan global di masa depan.
(Febrian Batara Aditya Rahman)