SERANG, CEKLISSATU.COM -- Gebrakan di awal tahun 2026, Archipelago International resmi meluncurkan program kuliner nasional bertema 60 Seconds to Seoul, konsep street food Korea yang di design sedemikian rupa agar cocok dengan lidah Nusantara.
Program ini dilakukan serentak di seluruh jaringan hotel Archipelago International selama enam bulan.
Bukan hanya tamu hotel saja yang bisa mencicipi view kuliner ala Korea, tapi juga masyarakat umum yang ingin quick bite ala Korea tanpa ribet.
Menu yang dihadirkan super familiar buat pencinta Korean food: mulai dari tteokbokki, Korean fried chicken, chicken burger saus gochujang mayo, kimchi fried rice, sampai Korean-style tacos. Semuanya dikemas modern, praktis, dan pastinya ramah kantong.
“Konsep ‘60 Seconds to Seoul’ kami rancang supaya siapa pun bisa menikmati street food Korea dengan cara yang simpel, cepat, dan tetap autentik tapi sesuai selera lokal,” ucap Corporate Food & Beverages Manager Archipelago International, Aston Serang, Denny Wasana, beberapa waktu lalu.
Tidak hanya tersedia di restoran hotel, menu 60 Seconds to Seoul juga bisa dinikmati lewat room service, take away, sampai GrabFood dan GoFood. Bila lagi mager di rumah atau pengin ngemil tengah malam Tinggal klik aja.
Baca Juga: Kampoeng Ramadan The Sahira Hotel Bogor Tawarkan Pengalaman Lebih dari Sekadar Kuliner
Peluncurannya sendiri dilakukan serentak secara nasional sejak 5 Januari, lengkap dengan konsep visual dan materi promosi yang seragam di seluruh properti Archipelago International. Targetnya jelas, buat program ini langsung nempel di ingatan konsumen.
Tidak berhenti di makanan saja, program ini juga menghadirkan minuman terinspirasi budaya fermentasi Korea, menggunakan bahan seperti yuzu, barley, dan plum yang difermentasi selama 24–36 jam. Rasanya segar, balance, dan cocok jadi fairing makanan pedas.
Untuk dessert, ada pilihan ringan seperti Jeju Mokapaw dan Baesuk, dessert herbal khas Korea yang dikenal punya manfaat kesehatan.
Baca Juga: Pedagang dan Pengunjung Sentra Kuliner Apresiasi Pamera Lokakarya Komunikasi FISIP Unida
“Dessert dan pastry kami desain supaya tetap ringan, fun, dan punya cerita budaya Korea, tapi nggak terasa berat di lidah,” terang Corporate Pastry Chef Archipelago International, Risman Sukmawan.
Uniknya, semua menu ini nggak dibuat asal-asalan. Archipelago melakukan R&D lebih dari tiga bulan, mulai dari riset bahan, konsistensi rasa, sampai penentuan harga agar tetap terjangkau di seluruh Indonesia.
Setiap hotel menggunakan resep baku nasional, dilengkapi video tutorial, pelatihan daring, dan panduan operasional. Hasilnya? Rasa tetap konsisten dari Sabang sampai Merauke.
Dengan harga yang adaptif di tiap daerah, 60 Seconds to Seoul jadi pilihan pas buat siapa aja yang pengin ngerasain vibe Korea tanpa harus terbang ke Seoul.