BOGOR, CEKLISSATU - Hubungan yang sehat seharusnya menjadi tempat bagi kedua individu untuk saling mendukung dan merasa nyaman. Namun, tidak semua hubungan berjalan demikian. Tanpa disadari, beberapa perilaku yang tampak sepele, seperti ucapan yang merendahkan atau sikap yang terlalu mengontrol, dapat menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Menurut The National Domestic Violence Hotline, perilaku abusif dalam hubungan umumnya berakar pada upaya untuk memperoleh kendali dan kekuasaan atas pasangan. Bentuknya tidak selalu berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan dan perlakuan verbal yang dilakukan secara terus-menerus.Berikut beberapa perilaku verbal yang perlu diwaspadai dalam sebuah hubungan:
1. Sering Merendahkan atau Menghina
Salah satu tanda yang paling umum adalah pasangan kerap melontarkan hinaan, ejekan, atau komentar yang merendahkan. Ucapan tersebut bisa ditujukan pada penampilan, kemampuan, pendapat, maupun kepribadian seseorang.
Baca Juga: Tumbangkan Juara Dunia, Raymond/Joaquin Melesat ke Semifinal Polytron Indonesia Terbuka 2026
Menurut Healthline, perilaku seperti name-calling, kritik berlebihan, dan penghinaan yang dilakukan berulang kali termasuk bentuk kekerasan verbal karena dapat menurunkan rasa percaya diri korban secara perlahan.
2. Menyalahkan Pasangan atas Segala Hal
Dalam hubungan yang sehat, masalah diselesaikan bersama. Sebaliknya, dalam hubungan yang toxic, seseorang mungkin terus-menerus menyalahkan pasangannya atas berbagai persoalan, bahkan untuk hal yang berada di luar kendalinya.
Pola ini dapat membuat korban merasa bersalah secara berlebihan dan mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri. Healthline menyebut perilaku menyalahkan secara terus-menerus sebagai salah satu bentuk manipulasi emosional yang sering muncul dalam hubungan tidak sehat.
3. Membuat Pasangan Meragukan Diri Sendiri
Perilaku yang dikenal sebagai gaslighting juga termasuk salah satu tanda kekerasan verbal. Pelaku sering menyangkal ucapan atau tindakan yang pernah dilakukan, lalu membuat pasangannya merasa bahwa ingatan atau persepsinya keliru.
Menurut Psychology Today, gaslighting dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap penilaiannya sendiri dan merasa bingung terhadap realitas yang dialaminya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.
4. Terlalu Mengontrol dan Membatasi
Tanda lainnya adalah ketika pasangan berusaha mengontrol kehidupan pribadi seseorang melalui kata-kata atau tekanan emosional. Misalnya, melarang bertemu teman, mempertanyakan setiap aktivitas, atau membuat pasangan merasa bersalah ketika menghabiskan waktu dengan orang lain.
Baca Juga: Langkah Leo/Daniel Terhenti di Indonesia Open 2026
Menurut The National Domestic Violence Hotline, perilaku mengontrol dan membatasi hubungan sosial pasangan merupakan salah satu tanda peringatan hubungan yang tidak sehat.
5. Kritik dan Kemarahan yang Terjadi Terus-Menerus
Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam hubungan. Namun, kritik yang terjadi hampir setiap saat, disertai kemarahan, bentakan, atau komentar yang menjatuhkan, dapat menjadi tanda adanya kekerasan verbal.
Simply Psychology menjelaskan bahwa kekerasan verbal sering kali muncul dalam bentuk kritik berlebihan, penghinaan, atau upaya untuk merendahkan pasangan demi mempertahankan kendali dalam hubungan.
Kekerasan verbal memang tidak meninggalkan luka yang terlihat secara fisik, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Psychology Today menyebut bahwa korban kekerasan emosional dapat mengalami penurunan kepercayaan diri, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Karena itu, mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar rasa hormat, komunikasi yang baik, dan saling mendukung, bukan melalui kontrol, intimidasi, atau penghinaan.
Siti Balqis Sari Manah