BOGOR, CEKLISSATU - Frostbite atau radang dingin merupakan penyakit yang menjadi momok sehingga ditakuti karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan tubuh, terparahnya bahkan berujung pada amputasi. Tidak seperti hipotermia yang menyerang seluruh tubuh, frostbite adalah pembekuan lokal yang diam-diam membunuh jaringan di ujung-ujung tubuh.

Penyebabnya sederhana yaitu saat tubuh terpapar suhu di bawah titik beku, pembuluh darah di ujung ekstremitas menyempit (vasokonstriksi) untuk mengalihkan darah hangat ke organ vital di pusat tubuh. Akibatnya, jaringan di jari tangan dan kaki kekurangan pasokan darah dan oksigen, lalu mulai membeku. Kristal es terbentuk di antara sel-sel, merusak membran sel dan menyebabkan kematian jaringan. Frostbite memiliki beberapa tahapan yang semakin parah, pada tahap awal kulit akan menjadi putih atau pucat sehingga efeknya terasa dingin dan mati rasa, baru lah ketika dihangatkan kulit memerah serta terasa kesemutan hal ini tidak berdampak kritis karena hanya kerusakan ringan. Berbeda dengan yang lebih parah atau disebut deep frostbite, yaitu kulit akan berubah menjadi kebiruan atau keunguan, lalu menghitam sehingga menimbulkan rasa keras dan mati rasa total serta di beberapa kasus terdapat lepuhan berisi darah muncul setelah pemanasan
Kerusakan menjalar hingga ke otot, tendon, bahkan hingga ke tulang.

Baca Juga: Atlet PPOPM Jadi Tulang Punggung Kontingen Kabupaten Bogor di POPWILDA Jabar 2026

Proses menghitam pada frostbite sebenarnya adalah kematian jaringan (nekrosis). Ketika jaringan membeku, kristal es merusak sel dan pembuluh darah. Aliran darah terhenti, sehingga jaringan kehilangan oksigen dan nutrisi. Sel-sel mati, dan jaringan yang mati berubah warna menjadi hitam seperti arang atau mumi. Dengan perlengkapan yang memadai, deteksi dini, dan pengetahuan penanganan, para pendaki bisa meminimalkan risiko terjadinya frostbite.

Sumber: kompas.com , detik.com , tribunnews.com

Ade Pramitha