CIANJUR, CEKLISSATU - Sebanyak 314 ekor sapi di sejumlah peternakan di Cianjur, Jawa Barat terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga bulan Juni 2022 dan 50 ekor sapi yang saat ini terpapar PMK sudah sembuh.

"Data per tanggal 8 Juni ada 314 ekor Sapi dan 50 ekor sapi sudah sembuh, siasanya masih proses pengobatan ya pak," ujar Kharisudin Medic Veteriner Dinas Peternakan Cianjur melalui pesan WhatsApp.

Kata dia, selama wabah PMK ini mulai menyerang sapi dan kerbau, pihaknya melakukan pengecekan kesehatan hewan di 59 peternakan Sapi yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Sampai saat ini, ada sekitar 59 peternakan yang sudah kita cek dan itu yang masuk laporannya, mungkin tim ita dilapangan masih ada yang belum kasih laporan sampai saat ini tim kita masih terus melakukan pengecekan kesehatan,"ungkapnya.

Sementara itu dampak dari PMK ini beraibat naiknya harga daging sapi disejumlah pedagang daging sapi di Pasar Induk Cianjur (PIC) dari harga Rp.130 ribu kini naik menjadi Rp. 140 ribu perkilogramnya. Menurut Dede (42) salah satu pedagang sapi menuturkan kenaikan harga daging sapi akibat minimnya pasokan dari peternakan.

"Biasanya ada sembila ekor pak ditempat pemotongan  sekarang cuma satu ekor. Ya pasti imbasnya ke harga pak jadi naik Rp. 10.ribu jadi sekarang Rp. 140 perkiloramnya sebelumnya Rp.130 ribu perkilonya," terangnya.

Lanjut Dede, selain berdampak ke stok daging dan naiknya harga daging Sapi, Dede juga mengeluh mulai sepinya pembeli.

" Kalau sekarang jadi sepi pak pembeli," tutupnya