BOGOR. CEKLISSATU -- Salah satu jenis ular yang banyak ditemukan di tengah lingkungan warga adalah ular weling (Bungarus Candidus) selain ular kobra. Jenis ular weling memiliki racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan otot, termasuk otot pernapasan.
“Meski gejala awal bisa ringan atau tertunda, efeknya bisa fatal jika tidak segera ditangani,” ujar Prof Mirza di sela kesibukannya sebagai dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University (8/7/2025).
Pakar Herpetologi IPB University inipun mengingatkan masyarakat akan bahaya bisa ular weling.
“Kadang ular berbisa menghasilkan gigitan kering (dry bite), artinya menggigit tanpa mengeluarkan bisa. Tapi jika benar-benar tergigit dan tidak mendapat penanganan medis, korban bisa mengalami gagal napas dalam waktu 4–24 jam,” jelasnya.
Baca Juga: Ular Sanca Ukuran 3 Meter Nongkrong di Teras Rumah Warga di Nanggewer
Kondisi udara lembab dan kering menjadi habitat favorit ular untuk berkembang biak. Ular weling mudah ditemukan di berbagai tempat seperti hutan, semak, area pertanian, dan bahkan mendekati permukiman. Ular ini aktif di malam hari dan sering berada di tempat lembap seperti selokan, pekarangan, atau tumpukan kayu.
Jika menemukan ular weling di sekitar rumah, Prof Murza mengingatkan agar tidak panik dan tidak mencoba menangkap atau membunuhnya sendiri.
“Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari lokasi ular, dan amankan jalur keluar jika memungkinkan,” ujarnya.
Ia menyarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, komunitas penyelamat satwa, atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk evakuasi.
“Tutup celah masuk rumah dan bersihkan area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular secara rutin,” pungkasnya.
(Acep Mulyana)