BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan penataan kawasan di sekitar eks Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang usai pembongkaran jembatan tersebut. Penataan dilakukan bersamaan dengan kegiatan bersih-bersih bantaran Sungai Cipakancilan yang menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (21/7/2026).
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait juga melakukan aksi bersih-bersih serta penertiban di sejumlah titik di kawasan eks JPO Paledang.
Dedie mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan sekitar Stasiun Bogor yang menjadi salah satu titik dengan mobilitas masyarakat tertinggi di Indonesia.
"Sekaligus pascapembongkaran JPO Paledang, kita akan menata kawasan di sekitar Jalan Mayor Oking, Kapten Muslihat, dan Jalan Paledang agar lebih cantik. Kawasan ini cukup padat karena Stasiun Bogor merupakan salah satu jalur KRL terpadat di Indonesia. Penataannya harus menyesuaikan dengan perubahan yang ada di dalam stasiun," ujar Dedie.
Baca Juga: Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Paledang–Pasir Jaya, Jenal.Mutaqin Target Rampung 26 Pekan
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih dan penertiban menjadi bagian awal dari proses penataan kawasan agar lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi masyarakat.
"Ini merupakan bagian dari penataan. Kawasan Jalan Mayor Oking, Kapten Muslihat, dan Paledang akan kita tata supaya menjadi lebih indah," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dedie juga menemukan masih banyak paku yang tertancap di batang pohon. Ia pun meminta para lurah untuk menggerakkan berbagai elemen masyarakat melakukan aksi pencabutan paku yang menempel di pohon-pohon di wilayah Kota Bogor.
"Saya tadi meminta para lurah untuk mengajak Karang Taruna, LPM, kader, dan unsur masyarakat lainnya agar sesekali melakukan kegiatan mencabut paku-paku yang masih menancap di pohon-pohon di seluruh Bogor Raya," ujarnya.
Dedie menjelaskan, konsep penataan kawasan tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, mengingat Stasiun Bogor melayani sekitar 110 ribu penumpang setiap hari.
"Penumpang kereta api di Stasiun Bogor mencapai sekitar 110 ribu orang per hari. Kalau Jalan Paledang sudah rapi, masyarakat yang turun dari stasiun dan hendak menuju BTM atau Pintu 1 Kebun Raya bisa berjalan kaki tanpa harus naik angkutan umum atau memutar jalan. Begitu juga akses menuju Panaragan dan Jembatan Merah akan kita tata agar masyarakat semakin nyaman berjalan kaki. Semakin banyak bergerak, tentu semakin sehat," tutupnya