BOGOR, CEKLISSATU — Training Raya LK II & LKK Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor 2026 resmi ditutup pada Minggu, 10 Mei 2026. Penutupan forum kaderisasi tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah, di antaranya mantan Ketua Umum PB HMI Anas Urbaningrum, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan.

Kegiatan Training Raya LK II & LKK HMI Cabang Kota Bogor 2026 menjadi ruang pembentukan kader lanjutan yang diikuti peserta dari berbagai cabang HMI di Indonesia. Selama pelaksanaan, forum tersebut membahas berbagai isu strategis mulai dari kepemimpinan, keislaman, kebangsaan, hingga tantangan generasi muda di tengah perubahan sosial dan politik nasional.

Dalam stadium general pada agenda penutupan, Anas Urbaningrum menekankan pentingnya menjaga kualitas perkaderan HMI sebagai fondasi lahirnya kader-kader yang utuh secara intelektual maupun moral. Menurutnya, HMI harus terus melahirkan kader paripurna yang mampu membaca zaman tanpa kehilangan arah perjuangan.

“HMI tidak boleh hanya melahirkan kader yang aktif secara organisasi, tetapi juga harus melahirkan kader yang matang secara pemikiran, kuat secara moral, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Di situlah pentingnya perkaderan,” ujar Anas.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bogor Ajak HMI Bersinergi Bangun Ekonomi Kota

Ia menyebut bahwa LK II merupakan tahapan penting dalam membangun karakter kepemimpinan kader HMI.

“Kader paripurna adalah kader yang mampu menyatukan kapasitas intelektual, integritas, dan keberpihakan terhadap umat dan bangsa,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dalam sambutannya menyoroti peran pemuda sebagai penentu arah masa depan bangsa. Ia mengatakan organisasi kemahasiswaan seperti HMI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang kritis dan solutif.